Rabu, 30 September 2020

Hamdan Zoelva: Tanpa Presidential Threshold, Demokrasi Makin Bagus

Hamdan Zoelva: Tanpa Presidential Threshold, Demokrasi Makin Bagus

Foto: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva. (Tempo)

Bandung, Swamedium.com — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengatakan, penerapan presidential threshold akan bertentangan dengan konstitusi ketika pemilu dilakukan secara serentak. Menurutnya, presidential treshold bukan satu-satunya parameter demokrasi.

Hamdan berpendapat, tanpa presidential threshold, justru akan lebih bagus untuk demokrasi Indonesia. Dengan begitu, rakyat akan memiliki banyak pilihan calon presiden (capres).

“Jadi, sebenarnya, membuka kemungkinan banyak calon, bagus juga untuk demokrasi,” kata Hamdan di Kampus Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Senin (10/7) kemarin.

Meski begitu, Hamdan memahami adanya perbedaan cara pandang sebagian pihak terhadap demokrasi dan presidential threshold. Menurutya, hal itu bergantung dari sudut pandang mana pihak itu menilai antara demokrasi dan presidential threshold. Namun, dirinya tetap meyakini jika presidential threshold ditiadakan akan lebih memberi warna baru dalam berdemokrasi karena muncul opsi capres yang lebih banyak.

“Makanya cara pandangnya bagaimana? Tergantung cara kita melihat. Kalau saya melihat dengan membuka peluang setiap parpol berhak untuk mengajukan pasangan calon, itu demokrasi semakin bagus,” tuturnya seperti dikutip Sindonews.

Hamdan juga mengatakan, tidak diterapkannya presidential threshold akan membuat keinginan publik menginginkan adanya calon independen bakal terhenti. Pasalnya, nantinya setiap parpol memiliki calonnya sendiri.

Namun, kata Hamdan, jika presidential threshold dijalankan, maka pasangan capres-cawapres yang bertarung hanya akan ada dua hingga tiga pasang saja.

“Dan itu menjadi kewenangan mutlak partai-partai politik, dan justru menjadi persoalan. Jadi kalau dibuka secara lebih luas, justru akan mengurangi tuntutan orang untuk tidak adanya calon independen. Karena apa? Karena kalau mau jadi capres, silakan bikin parpol, bisa jadi peserta pemilu. Biar rakyat yang menyeleksi,” urai Hamdan. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.