Jumat, 02 Oktober 2020

ILUNI UI: Kasus Hermansyah, Presiden Harus Tanggungjawab

ILUNI UI: Kasus Hermansyah, Presiden Harus Tanggungjawab

Foto: Kondisi Hermansyah sedang mendapat perawatan medis di RSPAD gatot Subroto. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UNI) Badan Hukum berpendapat, kasus kekerasan yang menimpa Hermansyah menjadi tanggung jawab Presiden Joko Widodo. Menurut mereka, melindungi segenap tumpah darah seluruh bangsa Indonesia adalah tugas Negara yang menjadi Tupoksi Presiden.

Hal itu disampaikan saat delegasi ILUNI UI Badan Hukum mengunjungi Hermansyah di RSPAD Gatot Soebroto pada Senin (10/7) kemarin.

Delegasi yang dipimpin Sekjen ILUNI UI Achmad Nur Hidayat itu menilai, kasus penikaman secara membabi-buta terhadap Hermansyah atas sikap politik yang diambilnya adalah bukti negara gagal melindungi tumpah darah warga negaranya.

“Darahnya rakyat yang tertumpah adalah tanggungjawab presiden. Begitu makna tujuan bernegara dalam pembukaan konstitusi kita,” ujar Achmad.

Lebih lanjut, ia menegaskan, ILUNI UI Badan Hukum, menuntut kepada Kepolisian Republik Indonesia, agar dapat menemukan pelaku kekerasan serta intimidasi dan mengungkap motif yang melatar belakanginya.

Kepolisian didesak agar bisa menciptakan dan menjaga rasa aman serta memberi jaminan keamanan kepada semua warga negara tanpa memihak.

“Hentikan semua bentuk kekerasan, represi dan intimidasi,” tegasnya.

Sementara Ketua Gerakan Anti Kekerasan (GAK) ILUNI UI, Andi Renold mengatakan, sistem yang ada sekarang ini memungkinkan aparat penegak hukum berlama-lama dalam mengungkap suatu kasus.

“Presiden harus menciptakan sistem dimana pelaku kejahatan dapat ditangkap dan diadili secepatnya,” ujar Andi.

Solidaritas Alumni UI Anti Kekerasan, Represi dan Intimidasi

ILUNI UI badan Hukum menilai kekerasan, represi dan intimdasi adalah anak haram dalam demokrasi yang sehat dan maju.

“Kejadian yang menimpa Hermansyah, Alumni ITB yang juga pakar IT sangat menyakitkan kemanusiaan, dan juga perjuangan,” kata Andi.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.