Kamis, 24 September 2020

INDEF: Pemerintah Jangan Bebankan Utang ke Anak Cucu

INDEF:  Pemerintah Jangan Bebankan Utang ke Anak Cucu

Jakarta, Swamedium.com – Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menambah utang agar tidak menambah beban rakyat. Penggunaan utang seharusnya juga untuk sektor produktif, bukan untuk menutupi beban utang sebelumnya.

Tahun ini, pemerintah berencana memperbesar porsi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) atau surat utang. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017, penerbitan SBN ditargetkan mencapai Rp467,3 triliun.

Menurut Enny, utang itu perlu digunakan pada sektor yang produktif. Jika tidak, maka utang ini akan membebani anak cucu pada masa yang akan datang.

“Menambah utang tapi nggak produktif pasti nanti menambah beban anak kita, cucu kita, keluarga kita. Jadi harus ada efektivitas dari utang itu dulu. Utang itu menambah produktivitas tidak. Supaya ada garansi utang menambah efektivitas berarti utang itu dipergunakan untuk apa,” kata Enny kepada media di Kantor Indef, Jakarta Selatan, Senin (10/7).

Target penerbitan SBN ini lebih tinggi dibandingkan target dalam APBN 2017 yang hanya mencapai Rp400 triliun. Adapun outlook dari penerbitan SBN hingga akhir tahun ini mencapai Rp433 triliun. Artinya, target penerbitan SBN tahun ini berada pada kisaran Rp433 triliun hingga Rp467,3 triliun.

Terkait utang, Enny melanjutkan pemerintah juga harus memperhatikan defisit keseimbangan primer. Selain itu, pemerintah juga tidak boleh untuk melakukan penambahan utang demi menutup beban utang atau gali lubang tutup lubang.

Saat ini, dia menjelaskan defisit keseimbangan primer Indonesia membengkak. Hal itu berarti penambahan utang lebih banyak menambah beban daripada menambah penghasilan negara.

“Karena kan defisit itu besarnya penerimaan dengan pengeluaran yang dilakukan pemerintah. Ketika utang ditambah harus menambah produktivitas. Indikatornya apa? Penerimaan negara meningkat. Ini utang, peningkatan penerimaan lebih kecil daripada pengeluaran yang harus dibayar pemerintah,” jelasnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.