Senin, 21 September 2020

Presidium MRI Sebut Ancaman Teror kepada Muslim Makin Nyata

Presidium MRI Sebut Ancaman Teror kepada Muslim Makin Nyata

Foto: Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti di acara Ponpes An Nur, Ciseeng, Bogor. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI), Yudi Syamhudi Suyuti merespon positif peringatan yang diucapkan oleh Habib Rizieq Shihab. Menurutnya, peringatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang disampaikan melalui rekaman suara tersebut harus menjadi perhatian semua pihak yang berada dalam barisan oposisi pemerintahan.

Yudi mengatakan ancaman yang mengarah pada kelompok penentang pemerintahan sudah semakin nyata dengan adanya penyerangan terhadap pakar IT Hermansyah.

“Apa yang disampaikan oleh HRS tentu harus kita dengar, apalagi saat ini konsolidasi ulama, aktivis, dan rakyat banyak dianggap rezim Jokowi sebagai Sentral Pergerakan Revolusi,” ungkap Yudi melalui keterangan persnya, Selasa (11/7).

Yudi menganggap beberapa kelompok Islam seperti Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) dan Presidium Alumni 212 merupakan pihak-pihak yang memiliki kesamaan visi dengannya. Kesamaan visi tersebut yaitu adalah dikembalikannya konstitusi negara kepada UUD 1945 yang asli.

Yudi pun menyepakati ucapan HRS yang menyebut adanya korelasi antara penyerangan Hermansyah dengan kasus chat bernada mesum yang melibatkan HRS. Hanya saja, jika berbicara masalah pelaku, Yudi cukup berani dengan menduga bahwa penguasa rezim merupakan otak dari penyerangan Hermansyah ini.

“Soal saudara Hermansyah, saya melihat ada indikasi terkait dengan pembongkaran fitnah chat Sex yang ternyata itu hasil rekayasa,” jelasnya.

Yudi menganggap wajar jika HRS tidak hanya memperingatkan ulama saja untuk meningkatkan kewaspadaannya, tetapi juga seluruh aktivis nasionalis maupun kerakyatan yang kerap mendukung berbagai aksi bela Islam.

“Oleh karena itu HRS berpesan untuk selalu berhati-hati dalam setiap gerakan karena yang kita hadapi ini Rezim Jokowi yang biadab, tidak bermoral dan tidak berotak,” lanjutnya.

Yudi sendiri mengaku dirinya akan lebih berhati-hati. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengendurkan perlawanan terhadap rezim Jokowi.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.