Jumat, 25 September 2020

Prof Romli Sebut KPK Hanya Sibuk Pencitraan

Prof Romli Sebut KPK Hanya Sibuk Pencitraan

Foto: Rapat Dengar Pendapat Umum antara DPR dengan Ahli Hukum. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Beberapa pihak menilai keberadaan Pansus Hak Angket KPK merupakan salah satu bentuk pelemahan KPK. Terlebih lagi, Pansus DPR RI mendorong adanya perubahan terhadap lembaga anti rasuah tersebut.

Menanggapi isu tersebut, Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Universitas Padjadjaran, Profesor Romli Atmasasmita menyatakan ketidaksetujuan terhadap penilaian itu.

Prof Romli berpendapat, seiring berjalannya waktu, peranan KPK tidak lagi sesuai dengan tujuan pembentukan awal lembaga anti rasuah tersebut.

“Saya kira perlu pertimbangan bagi pemerintah, khususnya dari DPR, dalam hal ini evaluasi, terlebih fungsi mendasar KPK itu ialah fungsi pencegahan perkara perkara yang akan menimbulkan korupsi,” ujar pria berumur 72 tahun itu saat rapat dengan DPR, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).

Prof Romli menilai, pimpinan KPK tidak lagi dapat membedakan antara fungsi pencegahan dengan penindakan. Menurutnya, KPK hanya sibuk mencitrakan diri saja.

“Sepengamatan saya, KPK hanya menjalankan fungsi penindakan, sama sekali tidak menjalankan fungsi pencegahan. Kalaupun ada, hanya sebatas seremonial, untuk menunjukan KPK ada di sana (hadir di seremonial), karena memang pencitraannya disitu,” tutur Prof Romli.

Ia juga mengingatkan, KPK harus menjalankan fungsi monitoring secara terus menerus. Prof Romli menyebut, nampaknya para pimpinan KPK tidak paham hubungan antara satu tugas dengan tugas yang lainnya.

“Seolah olah dia itu hanya membuat piagam integritas tapi itu faktanya, tercermin, seperti itulah kinerjanya,” kata Prof Romli. (Jok/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.