Senin, 21 September 2020

Serangan terhadap Hermansyah adalah “Red Terror”

Serangan terhadap Hermansyah adalah “Red Terror”

Foto: Zeng Wei Jian saat menemui Habib Rizieq Syihab beberapa waktu lalu. (ist)

Oleh: Zeng Wei Jian

Jakarta, Swamedium.com — Once again, sebuah teror dilakukan. Kali ini korbannya Hermansyah. Polisi bilang, ini kasus kriminal biasa. Akibat pepet-pepetan mobil. Saya percaya saja sama polisi.

Sekali pun, netizen ramai mencibir presumption ini. Mereka bilang; absurd. Jarang sekali orang melengkapi mobilnya dengan golok, clurit, parang dan mandau. Bisa kena Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951. Ancamannya, 10 tahun penjara maksimal.

Hermansyah diketahui sebagai Saksi Ahli IT. Dia ngga ragu bilang “sexchat” Habib Rizieq Syihab dan Firza adalah palsu. Publik menduga, dia dibacok karena itu.

Sebelumnya, Novel Baswedan disiram air keras (Asam Clorida). Mata kirinya mungkin buta permanen. Dia handle beberapa kasus korupsi. Ngga heran bila ada yang menduga para koruptor itu adalah mastermind penyiraman air keras. Sampai sekarang, polisi belum sanggup membongkar konspirasinya.

Satu-satunya pihak yang punya motif bacok Hermansyah adalah mereka yang ingin mengkriminalisasi Habib Rizieq Syihab. As simple as that. Begitu logika publik.

This is a heartbreaking situation. Beberapa jam setelah kasus Hermansyah ramai, sejumlah teman, sekitar 11 orang, meminta saya ati-ati. Satu per satu, mereka bilang agar saya tidak jalan sendiri. Mereka kuatir. Lama-kelaman, akhirnya, saya pun jadi takut. Pembacokan ini sukses meneror psikologi saya.

Komunis menciptakan terminologi “white terror”. Mereka beri contoh serangkaian pemberangusan komunis di Revolusi Perancis (1794–1795), Hungaria, Russia, Shanghai, Taiwan sebagai “white terror”.

Motif teror adala produksi widespread fear. Publik dihinggapi state of intense fear.

Karena target dari teror kali ini bukan aktifis sosialis slash komunis, maka ini bisa diklasifikasi sebagai “Red Terror”. Ngga lucu kan, kalo saat jalan-jalan di mall, eh tiba-tiba dibacok dari belakang.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.