Senin, 21 September 2020

Simposium Sistem Ekonomi Digelar MPR, Bertemunya Mazhab Ekonomi

Simposium Sistem Ekonomi Digelar MPR, Bertemunya Mazhab Ekonomi

Foto: Gedung MPR RI (ilustrasi/ist)

Oleh: Djoko Edhi S Abdurrahman*

Jakarta, Swamedium.com — Seru nian. Judul di surat undangan pimpinan MPR, “Simposium Nasional: Sistem Perekonomian Nasional Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Sosial UUD 1945”. Tiap kata pada judul adalah konsep. Sebab, forum ini menyebut diri simposium. Bukan seminar atau diskusi panel. Artinya, forum ilmiah. Karena memakai frasa kata “sistem”, pasti bukan soal metode karena systems adalah inangnya metode.

Kata kedua “perekonomian”. Karena diawali oleh systems, pasti systems ekonomi mainstream. Bisa dibahas dalam satu hari? Jauh panggang dari api. Lebih ruwet lagi, dikontekskan dengan mewujudkan kesejahteraan sosial. Ini pasti merujuk Sila Kelima UUD 1945. Mau-tak-mau kudu masuk ke welfare state kapitalisme yang muncul setelah Karl Marx mengancam mengekspor komunisme ke Eropa. Pasal 33 UUD 45 itu sendiri diadobsi dari ekonomi sosialisme atau Ekonomi Perencanaan Terpusat yang dianut Uni Soviet.

Pada time tablenya, yang punya gawe ialah Lembaga Pengkajian MPR yang diketuai Rully Chairul Azwar. Tapi sutradaranya adalah Prof Didik J Rachbini. Tahulah saya takkan jauh dari madzhab Ekonomi Pembangunan.

Yang menarik buat saya, justru tokoh tua ekonomi. Terutama Prof Emil Salim, Prof Sri Edi Swasono, dan Prof Dawam Rahardjo sebagai pembahas. Ketiga tokoh itu, paradoks.

Sayang tak ada Prof Mubiyarto yang sudah lama mangkat. Dulu, adalah rival berat konsepsi Emil Salim dalam proses mencari bentuk “Ekonomi Pancasila” dan atau civil economic (ekonomi kerakyatan), di mana Prof Adiningsih takut mempresentasikan visi Galbraith dalam kampanye pilpres untuk Jokowi, 2014. Eh, Adiningsih juga terundang. Selaku Ketua Penasihat Ekonomi Jokowi, bakal jadi bulan-bulanan, karena Adiningsih harus memapar Rezim Ekonomi Jokowi tak jelas itu.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.