Jumat, 25 September 2020

Kyai Se-Indonesia Minta Presiden Batalkan Kebijakan ‘Full Day School’

Kyai Se-Indonesia Minta Presiden Batalkan Kebijakan ‘Full Day School’

Jakarta, Swamedium.com – Para kyai se-Indonesia tetap bersikukuh bahwa kebijakan sekolah 5 hari atau ‘full day school’ dibatalkan. Ada sekitar 76 ribu madrasah di seluruh Indonesia yang merupakan milik Nahdatul Ulama (NU) yang menolak kebijakan tersebut.

Terkait hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Said Aqil Siroj dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Jakarta, kemarin. Keduanya mengaku menyampaikan salam dari para kiai se-Indonesia yang menolak kebijakan sekolah 5 hari.

“Kami menyampaikan salam dari kiai seluruh Indonesia yang menolak sekolah 5 hari. Karena itu akan menggusur madrasah-madrasah,” kata Said Aqil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta kepada detik.com, Selasa (11/7).

Said Aqil mengatakan ada sekitar 76 ribu madrasah di seluruh Indonesia yang merupakan milik NU yang menolak kebijakan tersebut.

“Jumlahnya 76 ribu di seluruh Indonesia milik NU, yang dibangun masyarakat, gurunya juga dari masyarakat. Gajinya Rp 300 ribu, Rp 150 ribu malah, ya,” katanya.

Terkait dengan alasan pembentukan karakter dalam kebijakan 8 jam sehari selama Senin hingga Jumat tersebut, Said mengatakan apa yang sudah berjalan dinilai sudah baik.

“Kalau pertimbangan agar anak ada pembentukan karakter, ya sekarang juga sudah berjalan, dibentuk oleh madrasah-madrasah itu, pesantren-pesantren itu. Aman saja. Justru kita khawatirkan jadi radikal kalau tanpa madrasah,” katanya.

Lalu, apa respons Presiden Jokowi?

“Ya, memahami betul karena bayangkan, ulama-ulama akan tersinggung dan marahlah kalau ‘full day school’ dipaksakan,” jawabnya.

Said Aqil juga yakin, perpres yang sedang digodok pemerintah saat ini nantinya akan membatalkan kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy tersebut.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.