Jumat, 25 September 2020

Penganiayaan Hermansyah, Direncanakan atau Tidak?

Penganiayaan Hermansyah, Direncanakan atau Tidak?

Foto: Mobil Toyota Avanza Hermansyah. (ist)

Oleh: Herman Hasyim*

Jakarta, Swamedium.com — Kecuali memiliki kesamaan nama, saya tidak memiliki hubungan apapun dengan Hermansyah, pakar TI asal ITB, yang kemarin dipukuli, ditendangi dan dibacoki oleh sosok-sosok misterius di tol Jagorawi, hingga kondisinya kritis.

Saya baru tahu yang bersangkutan ternyata pernah mengungkap kejanggalan kasus chatting mesum di WA yang disangka melibatkan Habib Rizieq dan Firza Husein.

Melalui tulisan sederhana ini, saya hendak menyampaikan semacam oversight, dengan menyodorkan kemungkinan-kemungkinan dan konsekwensi-konsekwensinya.
Sebelum melangkah lebih jauh, saya ingin menyegarkan kembali mengenai apa itu hubungan kronologis dan hubungan kausalitas.

Hubungan kronologis belum tentu memiliki hubungan kausalitas, sedangkan hubungan kausalitas pasti memiliki hubungan kronologis.
Kalau kita mampir di sebuah kampung sekitar subuh, kemudian ayam-ayam di sana berkokok, itu adalah contoh hubungan kronologis. Kedatangan kita bukanlah sebab yang membuat ayam-ayam itu berkokok. Dengan kata lain, ayam-ayam itu berkokok tidak diakibatkan oleh kedatangan kita. Tidak ada kausalitas di situ.

Kalau di suatu subuh kendaraan kita melindas seekor ayam, kemudian pemiliknya mengejar kita dengan membawa golok, itu menandakan ada hubungan kausalitas. Melindas ayam itu sebab dan mengejar sambil membawa golok itu akibat. Bisa juga di sini dikatakan aksi menimbulkan reaksi. Jadi, sifatnya tidak semata-mata kronologis.

Dalam kasus penganiayaan Hermansyah, sudah pasti yang terjadi adalah hubungan kausalitas. Ada sebab, ada akibat. Hanya saja, sampai saat ini timbul dua penafsiran.

Pertama, penyebabnya adalah senggol-senggolan mobil di jalan tol. Akibatnya, mereka emosional, lalu melampiaskannya dengan cara memukuli dan membacoki Hermansyah. Penafsiran ini pada muaranya berkesimpulan bahwa ini adalah kasus kriminal murni, tanpa motif apapun selain pelampiasan kejengkelan atau kemarahan yang spontan.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.