Rabu, 30 September 2020

Perbedaan Kronologis Penganiayaan Hermansyah Versi Istri dan Versi Pelaku

Perbedaan Kronologis Penganiayaan Hermansyah Versi Istri dan Versi Pelaku

Foto: Ketua GNPF MUI Ustadz Bachtiar Nasir didampingi Panglima FPI Munarman saat membesuk Hermansyah di RS Hermina, Depok, Jawa Barat. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Penyerangan yang disertai dengan penganiayaan terhadap Ahli IT dari ITB Hermansyah di Km 6 Tol Jagorawi perlahan mulai terkuak kejadian yang mengawalinya. Dua orang terduga pelaku sudah ditangkap polisi, Rabu (12/7) dini hari.

Namun, ada perbedaan kronologis antara versi istri Hermansyah, Irina dan versi pelaku ketika dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

“Kendaraan korban serempetan dengan kendaraan pelaku. Jadi saat kejadian si pelaku ini menyenggol mobil korban. Korban yang tak terima kemudian mengejar hingga terjadi cek-cok,” kata Wakapolres Kota Depok AKBP Faizal Ramadhani seperti dikutip Rabu (12/7).

Keterangan AKBP Faizal ini sama seperti yang disampaikan oleh Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana.

“Jadi saat kejadian si pelaku ini menyenggol mobil korban (Hermansyah). Nah korban yang tak terima kemudian mengejar sehingga terjadilah cek-cok. Korban akhirnya dicegat dan dianiaya oleh para pelaku,” kata Kasatreskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana seperti dikutip Vivanews, di Mapolrestsa Depok.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan, kedua pelaku Edwin Hitipeuw dan Lauren Paliyama ikut menganiaya Hermansyah.

“Edwin ini sopir mobil Toyota Yaris dan bersenggolan dengan mobil korban,” ungkap Argo, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/7).

Sementara keterangan dari istri Hermansyah, Irina tidak menyebutkan adanya senggolan mobil. Iriana mengatakan kepada awak media saat di RS Hermina, Depok, Senin (10/7), penyerangan itu terjadi saat mereka dari Cijantung, Jakarta Timur hendak pulang ke Depok. Di tengah jalan, mereka dikagetkan dengan dua mobil yang ngebut dan ugal-ugalan.

Kemudian, pengendara tersebut meminta mobil Avanza putih nopol B 1086 ZFT yang ditumpangi olehnya dan Hermansyah untuk berhenti. Saat memutuskan berhenti, suaminya yang membuka kaca pintu mobil langsung dipukuli oleh lima orang laki-laki.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.