Senin, 21 September 2020

Redhat Rilis Layanan OpenShift Generasi Terbaru ke Publik

Redhat Rilis Layanan OpenShift Generasi Terbaru ke Publik

Foto : Halaman login Redhat OpenShift Online (raka / Swamedium)

Nort Carolina, Swamedium.com — Redhat meluncurkan layanan untuk membangun cloud dengan model ‘Platform-as-a-service’ (PAAS) yaitu Redhat OpenShift Online sebagai alternatif dari model ‘Infrastructure-as-a-service’ (IAAS) ke publik kemarin (11/7).

Platform OpenShift tersebut menggunakan teknologi kontainer dan kubernetes berbasis Redhat OpenShift Container yang telah dirilis sebelumnya. Dengan begitu, memungkinkan Anda dapat membuat aplikasi cloud natif di dalam infrastruktur cloud.

OpenShift juga merupakan platform yang menggunakan berbagai bahasa pemograman, seperti Java, Node.js, .NET, Ruby, Python, PHP dan lainnya. Untuk basis data yang didukung oleh OpenShift Online adalah MariaDB (10.1), MongoDB (2.4, 2.6, 3.2), MySQL (5.5, 5.6, 5.7), PostgreSQL (9.2, 9.4, 9.5), dan Redis (3.2). Sehingga memungkinkan untuk mengintegrasikan aplikasi Anda dengan ‘framework’ yang biasa digunakan oleh programer lainnya seperti Spring Boot, Eclipse Vert.x, Node.js and Red Hat JBoss Middleware. Sehingga dapat menghemat pengerjaan aplikasi tersebut.

Di generasi terbaru ini, OpenShift Online menawarkan beberapa fitur terbaru, Diantarannya sebagai berikut.

One-click terbaru dan kemampuan perintah “Git push”. Memungkinkan pengembang dalam membantu penyediaan distribusi pengerjaan aplikasi.

Penskalaan otomatis yang membantu Anda untuk melakukan intervensi secara otomatis terhadap aplikasi dengan konsumsi penggunaan cloud yang tinggi.

Menggunakan metode ‘Source-to-Image’ (S2I) dalam membangun aplikasi cloud berbasis kontainer, sehingga memungkinkan aplikasi cloud tersebut dapat dijalankan melalui docker.

Terintegrasi dengan IDE yang biasa digunakan oleh programer, seperti Eclipse, Red Hat JBoss Developer Studio, dan Titanium Studio.

Mendukung middleware service, dengan menggunakan Red Hat OpenShift Application Services memiliki fitur yang sama seperti Red Hat JBoss Middleware portfolio. Sehingga memungkinkan Anda dapat membangun hybrid cloud environment. (rk)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.