Jumat, 02 Oktober 2020

Utang Pemerintah Lampu Kuning, 15 Kebijakan Ekonomi Belum Membantu

Utang Pemerintah Lampu Kuning, 15 Kebijakan Ekonomi Belum Membantu

Foto: Ekonom INDEF Bhima Yudistira Adhinegara (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Indonesia dalam kondisi darurat keuangan. Tahun ini, utang pemerintah yang jatuh tempo mencapai Rp 200 Triliun. Menurut Institute Development of Economics and Finance (INDEF), kondisi ini sangat membahayakan.

Ekonomi INDEF Bhima Yudhistira menyebutkan hingga bulan Mei kemarin utang pemerintah sudah menembus angka Rp3.672,33 triliun. Ada kenaikan Rp 16,37 triliun dibanding bulan Maret 2017.

“Saya pikir sudah lampu kuning soal pengelolaan utang Pemerintah. Ini cukup berbahaya. Kalau utang naik, sementara penerimaan negara justru turun yang terjadi adalah ability to pay alias kemampuan bayar pemerintah menjadi lebih rendah,” katanya seperti dikutip Sindonews, Rabu (12/7).

Disebutkan, pada tahun ini utang pemerintah yang jatuh tempo mencapai Rp200 triliun. Sementara pada 2018 hingga 2019, utang jatuh tempo pemerintah mencapai Rp810 triliun.

“Darimana pemerintah bisa menutup utang sebesar itu?” imbuh dia.

Bhima menyebutkan, salah satu hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk menutup utang-utang tersebut adalah dengan meningkatkan industrialisasi. Jika industri naik maka ekspor dan penerimaan negara juga ikut naik.

“Kuncinya ada di industrialisasi. Kalau industri tumbuh, ekspor naik, penerimaan negara juga naik. Jadi kemampuan bayar cicilan lebih baik. Itu yang tidak terjadi sekarang, padahal 15 paket kebijakan sudah keluar. Sekarang industri tekstil, makanan minuman turun,” tandasnya.

Sayangnya, yang terjadi saat ini adalah pertumbuhan industri justru menurun. Bhima menilai, 15 paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah juga tidak mampu menumbuhkan industri di Tanah Air. (*/d)

Foto: Kondisi utang pemerintah sudah masuk dalam lampu kuning, tahun ini pembayaran utang mencapai Rp 200 triliun. (ist)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.