Minggu, 20 September 2020

Berbulan-bulan Guru Honorer di Gunungkidul Belum Terima Insentif

Berbulan-bulan Guru Honorer di Gunungkidul Belum Terima Insentif

Foto: Ilustrasi (ist)

Gunungkidul, Swamedium.com — Guru adalah pelita bangsa yang menerangi dunia. Berkat jasa guru kita bisa membaca dan menulis pahlawan tanpa tanda jasa yang mesti siap dibayar seadanya dan kapan saja. Ironis yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Jogyakarta, sejumlah Guru Tidak Tetap ( GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) belum menerima hak mereka sebagai tenaga pengajar.

Pengalihan pengelolaan SMA dan SMK dari Pemerintah Kabupaten/Kota kepada Pemerintah Provinsi sejak awal tahun 2017 dirasakan dampaknya oleh para GTT dan PTT. Hingga pertengahan bulan Juli 2017 ini, ribuan GTT dan PTT di Kabupaten Gunungkidul, Jogyakarta belum mendapatkan hak insentif yang biasanya mereka terima setiap beberapa bulan sekali.

Ny. Di, salah satu GTT di sekolah swasta di Kecamatan Wonosari, mengatakan bahwa ia telah malang melintang menjadi guru sejak tahun 2002 lalu. Beberapa tahun kemudian, ia mendapat insentif dari pemerintah yang menurutnya sejak awal penerimaan memang tidak diterimakan setiap satu bulan sekali.

“Memang dari dulu saya menerima insentif itu rapel-rapel, jadi jumlahnya tidak pasti sama. Pokoknya sebulan dihitung Rp 150 ribu, silakan hitung sendiri,” katanya seperti dikutip sorotgunungkidul.com, Kamis (13/7).

Meskipun nilainya tidak seberapa, namun insentif tersebut sebenarnya masih diharapkan. Lantaran saat ini insentif tersebut tak kunjung cair, untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya ia hanya mengandalkan honor dari sekolah tempat kami mengajar.

“Di Gunungkidul memang masih sangat banyak GTT/PTT. Tapi saya juga tidak tau nasibnya sama atau tidak,” lanjutnya.

Dirinya mengaku telah mendengar informasi bahwa jajaran DPRD DIY telah melakukan audiensi dengan para kepala sekolah, namun hasil dari audiensi tersebut belum diberitahukan kepada GTT/PTT.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.