Selasa, 17 Mei 2022

Kekurangan Murid, Sejumlah SMAN di Indramayu Ajukan Perpanjangan PPDB

Kekurangan Murid, Sejumlah SMAN di Indramayu Ajukan Perpanjangan PPDB

Foto: Ilustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru. (ist)

Indramayu, Swamedium.com — Di tengah kebingungan orang tua murid mencari sekolah untuk anaknya melalui Jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ternyata sejumlah SMAN justru kekurangan anak didik yang akan mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah.

Banner Iklan Swamedium

SMAN 1 Gabuswetan, Kabupaten Indramayu mengajukan usulan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan (BP3) wilayah V Cirebon untuk memperpanjang masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Usulan disampaikan menyusul tidak terpenuhinya kuota jumlah calon siswa baru sampai masa PPDB Online berakhir Sabtu (8/7) lalu. Unit Sekolah Baru (USB) yang baru setahun operasional itu hanya mampu menjaring sebanyak 17 CSB.

Sebanyak 8 murid dari jalur akademik dan sebanyak 9 siswa jalur non akademik.Padahal, SMAN 1 Gabuswetan menyiapkan 4 rombongan belajar (rombel) atau naik 3 rombel dari tahun sebelumnya yang hanya 1 kelas.

“Sudah kita ajukan usulannya, mudah-mudahan PPDB-nya bisa diperpanjang,” kata plt Kepala SMAN 1 Gabus Wetan Daryam, SPd MPd, seperti dikutip Radar Cirebon, Rabu (12/7) kemarin.

Kekurangan peserta didik baru, membuat SMAN 1 Gabuswetan terancam tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar pada tahun pelajaran 2017/2018 ini. Sebab merujuk pada Peraturan Mendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB, disebutkan bahwa calon siswa baru kelas X SMAN dalam satu ruang kelas atau rombongan belajar minimal 20 dan maksimal diisi 36 siswa.

Menurut Daryam, hal itu tidak akan menjadi masalah. Sebab, SMAN 1 Gabus Wetan berstatus sebagai sekolah filial dari SMAN 1 Kroya. Sehingga data pokok pendidikan (Dapodik) peserta didik baru bisa dialihkan ke sekolah induk.

“Dapodiknya nanti bisa dialihkan ke SMAN 1 Kroya. Murid baru dapat melaksanakan KBM serta hak-hak lainnya,” ujarnya.

Ditanya soal penyebab sepinya peminat, Daryam menduga karena kalah pamor dengan SMK yang saat bersamaan menambah jumlah rombongan belajar terlalu banyak. Sehingga calon peserta didik baru tersedot. Ditambah lagi SMAN 1 Gabus Wetan adalah sekolah baru.

Sementara kekurangan siswa juga terjadi di SMAN 1 Jatibarang. Hingga saat ini, SMAN 1 Jatibarang baru menjadi 124 siswa dari kuota 195 siswa. Wakasek Humas SMAN I Jatibarang Wahyu mengaku setiap tahunnya, sekolahnya memang selalu kekurangan siswa. Hal itu dikarenakan lokasi sekolah yang kurang strategis. Selain itu, siswa sudah tersedot ke sekolah swasta. (Dip)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita