Rabu, 30 September 2020

Tarif Baru, Dishub Jogyakarta Tetap Razia Taksi Online

Tarif Baru, Dishub Jogyakarta Tetap Razia Taksi Online

Foto: ilustrasi (ist)

Jogyakarta, Swamedium.com — Keberadaan Taksi berbasis online mulai meresahkan penggemudi taksi konvensional adanya berpedaan tarif dasar menjadi alasan taksi konvensional mengadukan nasib mereka kepada dinas terkait dengan mempersoalkan permasalahan ijin.

Sempat direncanakan dilangsungkan pada hari Kamis (13/7) ini, akhirnya razia angkutan sewa khusus atau taksi online pelat hitam tak berizin di Yogyakarta diputuskan akan dimulai pada hari Jumat (14/7) besok. Razia akan dilakukan secara preventif hingga penindakan tegas berupa tilang di tempat.

“Razia disepakati dimulai Jumat oleh tim gabungan dari Dinas Perhubungan DIY dan Polda DIY,” kata Kepala Kantor Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan DIY, Erwin Istiawan, seperti dikutip sorotjogya.com, Rabu (12/7) kemarin.

Kesepakatan telah dibuat bersama pengemudi Komunitas Pengemudi Taksi Berargometer Yogyakarta (Kopetayo) yang dituliskan dalam surat bermaterai bertanda tangan kedua belah pihak. Keputusan untuk melakukan razia maupun penandatanganan surat pernyataan sendiri merupakan buntut desakan dari Kopetayo yang memprotes masih beroperasinya angkutan online tak berizin pasca diberlakukannya Peraturan Gubernur DIY Nomor 32 Tahun 2017 tentang angkutan sewa khusus berbasis aplikasi online per 1 Juli 2017.

Dijelaskannya, razia berpijak pada Peraturan Kementerian Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Dinas Perhubungan mengklaim telah melakukan sosialisasi kepada penyedia jasa aplikasi online dan pengemudinya. Di antaranya perintah agar membentuk badan hukum, mengganti surat kendaraan menjadi atas nama perusahaan atau koperasi, dan uji kir. Sehingga diharapkan semua pihak mematuhi regulasi yang ada.

“Di tahap awal kami siapkan 100 stiker untuk ditempel di kendaraan angkutan sewa khusus yang sudah mengantongi izin operasi. Jika belum melengkapi aspek legalitas, jangan narik penumpang dulu,” jelas Erwin.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.