Jumat, 02 Oktober 2020

Daya Rusak Proyek Infrastruktur Pemerintahan Jokowi

Daya Rusak Proyek Infrastruktur Pemerintahan Jokowi

Foto: Salamuddin Daeng. (ist)

Oleh: Salamuddin Daeng*

Jakarta, Swamedium.com — Bagi warga Jakarta, pasti sangat merasakan bagaimana kerusakan jalan-jalan di ibukota dalam lima tahun terakhir. Ada kesan bahwa pemerintah hendak menunjukkan diri sedang giat membangun. Sehingga semua perempatan jalan diobrak abrik secara bersamaan tanpa etika.

IBU Kota telah dihancurkan. Pohon pohon di sepanjang jalan Sudirman Thamrin dihabisi. Jalan yang terindah di dunia tersebut menjadi gersang. Sekarang jalan tersebut hancur dan berantakan seperti habis perang. Untuk sebuah mega proyek asing yang mahal dan terancam mangkrak.

Tapi bukan itu kerusakan yang kami maksud. Daya rusak mega Proyek jauh lebih dalam. Merusak tatanan ekonomi, politik, sosial budaya dan ketahananan negara, serta mengancam kelestarian lingkungan dan keselamatan rakyat.

Bagaimana bisa demikian? Ada beberapa fakta yang patut dikaji :

Pertama; mega proyek infrastrukrur Pemerintahan Jokowi dibiayai dengan utang yang sangat besar. Utang proyek MRT Jakarta misalnya, akan menjadi beban utang negara dan rakyat Indonesia selama 40 tahun lamanya sebagai mana kontrak utang yang telah ditetapkan.

Kedua; Proyek yang didanai utang luar negeri tersebut sepenuhnya menggunakan barang barang impor dan jasa jasa yang dikerjakan oleh asing. Akibatnya mega proyek infrastruktur Jokowi menjadi pasar bagi produk produk impor. Industri nasional sama sekali tidak mendapatkan manfaat. Tenaga kerja nasional tidak mendapatkan maanfaat.

Ketiga; mega proyek infrastrukrur Jokowi dibiayai dengan menggadaikan BUMN kepada swasta dan asing. Bumn dipaksa mengambil utang yang besar untuk mendanai mega proyek infrastruktur. Sebagaimana yang terjadi dalam proyek LRT. Proyek ini terancam mangkrak dan BUMN yang melaksanakannya bangkrut.

Keempat, mega proyek infrastruktur dibiayai dengan penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN ratusan triliun. Sementara perusahaan BUMN menjalankan bisnis untuk mencari keuntungan sesuai perintah penguasa. Akibatnya dana subsidi PMN tersebut diubah oleh BUMN menjadi keuntungan untuk menggaji besar para petinggi BUMN.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.