Kamis, 24 September 2020

Ditjen Pajak Siap Sandera Lagi Wajib Pajak Yang Lalai

Ditjen Pajak Siap Sandera Lagi Wajib Pajak Yang Lalai

Jakarta, Swamedium.com – Setelah 16 jam ditahan, aparat pajak melepaskan penunggak pajak yang disandera.Ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal(Ditjen) Pajak untuk memberi peringatan keras kepada wajib pajak lain yang mangkir agar taat membayar pajak.

Seperti diketahui, belum lama ini tersiar kabar aparat pajak telah menyandara wajib pajak yang pengusaha pertambangan di Kalimantan Timur setelah berbagai upaya penagihan, surat teguran, surat paksa dan penyitaan tidak membuahkan hasil.

Direktorat Jenderal Pajak dalam hal ini Kantor Wilayah DJP Kalimantan Timur dan Utara bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM dan Kepolisian Negara Republik Indonesia menyandera seorang penanggung pajak (gijzeling) dengan inisial EB di Lapas Salemba, Jakarta pada Rabu (12/7).

EB adalah pemegang saham PT MMKU yang bergerak di bidang pertambangan emas dan perak yang memiliki utang pajak sebesar Rp 2,37 miliar yang berasal dari tagihan pajak penghasilan serta pajak bumi dan bangunan untuk tahun pajak 2013, 2015, dan 2016.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Kalimantan Timur dan Utara, Samon Jaya mengatakan, penyanderaan terhadap EB dilakukan setelah berbagai upaya penagihan yang dilakukan Ditjen Pajak termasuk penyampaian Surat Teguran, Surat Paksa dan penyitaan, namun tidak membuahkan hasil.

“Penyanderaan tersebut hanya berlangsung selama 16 jam karena EB langsung melunasi utang pajaknya sekaligus membayar biaya sandera Rp 11 juta. 16 jam di Lapas, disandera langsung bayarkan pajak dan biaya sandera,” kata Samon di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta yang dikutip merdeka.com, Jumat (14/7).

Tindakan penyanderaan ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi para penunggak pajak yang menolak melunasi utang pajaknya, dan mengabaikan upaya persuasif yang dilakukan Ditjen Pajak.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.