Rabu, 23 September 2020

Fahri Hamzah Siap Turun ke Jalan Lawan Kebijakan Jokowi

Fahri Hamzah Siap Turun ke Jalan Lawan Kebijakan Jokowi

Foto: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyatakan kekesalannya terhadap kebijakan yang diambil pemerintahan Joko Widodo.

Puncak kekesalan Fahri terjadi manakala pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Ormas. Fahri pun menuangkan kekesalannya dalam cuitan melalui akun Twitter pribadinya, @FahriHamzah, Jumat (14/7).

“Rezim ini telah kehilangan akal untuk mengelola kompleksitas keadaan…menganggap jalan pintas pembubaran akan tertibkan keadaan,” tulis Fahri.

Ia menilai, diterbitkannya Perppu dilandaskan dari rasa curiga pemerintah kepada rakyatnya sendiri.

“Perpu ini berlandas pada curiga kepada rakyat…juga kepada kelompok masyarakat…ini cara berpikir negara otoriter,” kata politikus Gerindra itu.

“Dalam negara demokrasi negara tidak meletakkan diri di atas rakyat..negara tidak mendominasi kebenaran dan tafsir.”

“Dalam negara demokrasi negara juga dikelola manusia yang bisa berbuat kesalahan dan korupsi.. negara bisa berbuat salah dan dikalahkan.”

“Dalam negara demokrasi negara tidak membuat tafsir resmi ideologi apalagi menuduh benar salah.. negara hadir memedia perdebatan.”

“Saya tidak rela pancasila didominasi maknanya oleh pejabat2 yang sedang berkuasa..dengan segala maaf saya akan lawan!”

Bahkan, Fahri menyatakan dirinya siap turun ke jalan untuk melawan kebijakan Jokowi.

“Pak jokowi yth, Kami turun ke jalan untuk menentang negara yang bekerja melalui jalan pintas.. mengorbankan hak2 rakyat.”

“Kemerdekaan berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat baik secara lisan maupun tulisan telah dilindungi mutlak.”

“Kami eksponen reformasi tidak akan membiarkan negara mengambilnya kembali dan kami akan memperjuangkannya seperti dulu.”

“Memperjuangkan kembali kebebasan kita adalah jihad melawan kejahatan negara…yang akan terjadi.”

“Sebab negara yang meregulasi secara sepihak perampasan hak adalah negara yang akan berbuat jahat..siapapun yang memimpin.”

“INDONESIA sekarang tidak lagi bisa menerima pemimpin yang gamang di depan kerumitan dan kompleksitas.”

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.