Rabu, 30 September 2020

Jokowi Sebenarnya Sudah Tamat

Jokowi Sebenarnya Sudah Tamat

Foto: Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng meyakini, sebenarnya pemerintahan Jokowi sudah tamat. Pemerintahan ini telah kehilangan kredibilitasnya karena tidak konsisten dengan apa yang telah diputuskan sendiri.

Publik secara kasat mata telah melihat 3 ciri utama pemerintahan ini yakni; jika bicara selalu bohong, jika berjanji tidak ditepatinya, jika diberi suatu amanah maka akan dikhianatinya.

Bukan tanpa alasan, ia mengatakan itu,
Daeng mencontohkan kasus Freeport yang merupakan bukti nyata bahwa pemerintahan ini telah kehilangan kepercayaan dari rakyat dan dunia internasional.

“Bayangkan, hanya dalam tempo singkat pemerintahan ini telah mengubah tiga kali peraturan sejak PP no 1 tahun 2017 ditandatanganinya. Ini sebuah keadaan bahaya bagi kepastian hukum di Indonesia yang mencelakakan kita semua,” kata Daeng di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia berpendapat, wajar jika pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam pernyataan resminya menyebut Indonesia sangat buruk dalam hal tidak adanya kepastian hukum, tidak ada konsistensi dalam melaksanakan kontrak yang sudah disepakati sebelumnya.

“Lebih parah lagi menurut Amerika Serikat, orang-orang pemerintah secara formal dan informal meminta jatah kepada investor. Pemerintahan ini telah digambarkan sebagai preman tukang palak pinggir jalan,” ujar Daeng.

Ia mengatakan, kondisi Indonesia akan semakin parah karena akan memasuki tahun politik mulai 2018. Terlebih lagi, World Bank dalam laporan resmi Juni 2017 mengatakan bahwa tahun politik yang akan dimulai tahun 2018 akan menghambat reformasi hukum yang dipandang menjadi ancaman bagi investor karena menguatnya politik kepentingan dan pragmatisme yang sangat kasar.

Lebih lanjut, Daeng menegaskan, sebenarnya kredibilitas Jokowi telah ambruk sejak dia mengatakan “I don’t read of I Sign”.
Kalimat ini telah diyakini oleh dunia internasional dan investor bahwa pemerintah indonesia ini menolak bertanggung jawab atas apa yang telah disepakati yang pasti akan memunculkan kesimpulan bahwa pemerintah ini suka bohong.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.