Selasa, 17 Mei 2022

Ide Utopia Mimpi Siang Bolong, Mengapa HTI Dibubarkan?

Ide Utopia Mimpi Siang Bolong, Mengapa HTI Dibubarkan?

Foto: Gus Ipoel Simatupang. (Dok. Pribadi)

Oleh: Ipoel Simatoepang*

Banner Iklan Swamedium

Jombang, Swamedium.com — Menurut Mannheim, a state of mind is Utopian when it is incongruous with the state of reality within which it occurs (suatu pemikiran hanya merupakan utopia, manakala penerapannya tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang sesungguhnya).

Cukup menarik apa Manheim di atas tentang pemikiran hanya merupakan suatu utopia. Jikalau ditarik pada kasus HTI sungguh sangat menarik untuk di ikuti.

Hampir semua ahli politik, sosial dll dari banyak tulisan dan seminar2 yang diadakan oleh banyak pihak ternyata terjadi satu kesimpulan bahwa ide yang disampaikan oleh HTI hanyalah utopia atau mimpi di siang bolong yang tidak akan terwujud.

Diskusi terbuka maupun tertutup pun menunjukkan hasil yang sama bahwa apa yang ditawarkan itu adalah barang kedaluarsa dan tidak menarik untuk di ikuti.

Banyak juga yang mengkritsi dengan ujaran-ujaran berbalut kalimat-kalimat yang lucu dari banyak pihak dari tawaran khilafah ini. Kalau mendirikan negara Islam kesana pergi ke Timur Tengah dll.

Yang juga menjadi diskusi menarik adalah HTI sudah dilarang di banyak negara di dunia sehingga di Indonesia juga pantas kalau dibubarkan karena membahayakan NKRI.

Ancaman ala yang sudah dilakukan oleh HTI sehingga Pemerintah begitu bernafsu membubarkan HTI di tengah kondisi negara yang terbalut berbagai macam masalah yang mengguncang negara ini?

Dalam kurun puluhan tahun kiprah HTI dinIndonesai sudah terlihat pendapat para ahli politik, soisial dan berbagai macam pengamat sudah sesuai dengan fakta bahwa cita-cita HTI hanya utopia saja atau hanya mimpi di siang bolong.

Terbukti sudah puluhan tahun HTI tidak bisa merubah ideologi negara Pancasila dengan ideologi yang dicita-citakan dan semua pengamat ahli hukum mengamini ini, bahwa HTI tidak mungkin bisa merubah ideologi negara ini.

Terbukti sudah puluhan tahun kiprah HTI tidak bisa merubah undang-undang Dasar Negara Indonesia UUD 1945 dan saat ini juga masih berlaku seperti sedia kala walaupun ada amandemen terhadap UUD 1945 dan itu yang melakukan bukan HTI.

Sudah puluhan tahun kiprah HTI tidak bisa merealisasikan cita-citanya dalam merubah ideologi negara ini dan melihat dari kacamata kekuasaan mereka tidak punya kuasa apa2 lalu apa yang ditakutkan dari cita2 utopia di siang bolong ini?

Haunisasi setali tiga uang dengan utopia ini, hampir semua pendapat banyak tokoh menyampaikan kegagalan ide kegagalan ide khilafah ini, banyak buku yang menyerang HTI bahwa cita-cita ini mengalami kegagalan.

Kalau dibuku-buku yang sudah diterbitkan dan dibedah dimana-mana bahwa kegagalan HTI itu sudah terjadi, bukunya sudah dibedah dimana-mana dengan mengundang ahli dan pengamat yang lain. Mestinya dengan hadirnya buku kegagalan khilafah bisa dengan serta merta menarik anggota HTI untuk mengikuti pola pikir penulis buku itu.

Dengan cita-cita uthopia ini mestinya organisasi kepemudaan yang pada menentang HTI dibanjiri oleh para anggota HTI untuk masuk ke organisasi-organisasi kepemudaan tersebut karena adanya kegagalan khilafah.

Mestinya hari ini secara alami sudah tidak ada anggota HTI karena menurut buku kegagalan khilafah sudah pasti tidak menarik lagi dan pasti tidak di ikuti oleh siapapun.

Jadi ketakutan apalagi yang akan ditawarkan kepada cita-cita HTI sebagai mimpi di siang bolong? Ikutilah para pengamat dan para nyinyiran bahwa HTI itu tidak bisa apa2, sebagai ormas ecek-ecek yang hanya digawangi anak-anak muda dan tanpa tokoh nasional lama kelamaan akan nyungsep sendiri, inilah para pendapat ahli yang perlu diikuti.

Sebagai cita-cita uthopia dan mimpi di siang bolong untuk mencapai harapannya, sudah selayaknya banyak orang tertawa kok tiba-tiba ada banyak organisasi meminta pembubaran HTI ini karena dianggap sebagai ancaman.

Lha lucu wae tho, jarene poro ahli iku uthopia lan mimpi di siang bolong, Lha kok ono sing merasa terancam? Afala Ta’qiluun!!! (*)

*Penulis adalah Pegiat Pendidikan

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita