Selasa, 29 September 2020

Inilah Alasan Mengapa Swafoto di Rel Kereta Api Berbahaya

Inilah Alasan Mengapa Swafoto di Rel Kereta Api Berbahaya

Foto: salah satu lokasi perlintasan kereta api yang kerap digunakan untuk swafoto. (Dipo/swamedium)

Klaten, Swamedium.com — Berfoto selfie (swafoto) baik dilakukan sendiri atau beramai-ramai di tempat unik menjadi trend baru bagi masyarakat, bahkan kerap dilakukan tanpa mempedulikan keselamatan.

Bermaksud hendak swafoto bisa berakhir dengan tragis bila dilakukan di tempat yang berbahaya.

Salah satu Lokasi yang cukup trend namun sangat mengancam jiwa itu berada di lokasi perlintasan rel kereta api.

Di kabupaten Klaten, Jawa tengah, kasus kecelakaan lantaran swafoto di perlintas kereta terjadi pada beberapa hari terakhir ini. Dua remaja laki-laki tewas di atas terowongan jembatan rel kereta api di Dukuh Taji, Desa Taji, Kecamatan Prambanan. Ironisnya dari pengakuan aparat kepolisian, kedua laki-laki itu ditemukan tewas setelah melakukan swafoto di kawasan rel kereta api tersebut.

Masyarakat perlu mengetahui bahaya berswafoto di rel kereta api, bahwa kandungan magnet yang ada pada perlintasan sebidang itu kerap kali membuat pendengaran seseorang terganggu. Sehingga si pelaku swafoto kerap tak menyadari bahwa ada kereta yang akan melintas.

“Di rel kereta api itu ada gumpalan magnet yang sangat besar. Terutama ketika kereta api yang melintas sudah semakin dekat. Maka akan sangat berbahaya jika kawasan itu digunakan untuk foto-foto,” ujar Kasatlantas Polres Klaten, AKP Adhytiawarman, seperti dikutip sorotklaten, Jumat (14/7).

Untuk diketahui, kedua remaja yang sebelumnya tidak diketahui identitasnya itu ternyata keduanya masih sekolah dan berada di bangku kelas IX madrasah tsanawiyah bernama Muhamad Mundafir Al Afif (14) warga Dukuh Taji, Desa Taji, Kecamatan Prambanan dan Dhanu Agung Septian (15) warga Dukuh Kalibotak, Desa Randusari, Kecamatan Prambanan.

“Dari pengakuan masyarakat memang lokasi itu sering digunakan untuk berfoto-foto. Maka perlu dilakukan upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Plt Kapolsek Prambanan, AKP Frans Minarso. (Dip/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.