Rabu, 28 Juli 2021

Penahanan Tersangka Makar Jelang Aksi 313 Ditangguhkan, Pengacara Tak Diberitahu

Penahanan Tersangka Makar Jelang Aksi 313 Ditangguhkan, Pengacara Tak Diberitahu

Foto: Diko Nugraha saat mengklarifikasi soal tudingan organisasinya didanai LBP, Kamis (30/3) kemarin. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Koordinator Advokat Peduli Ulama dan Umat, Henry Kurniawan menyatakan kekecewaannya pada pihak Polda Metro Jaya terkait proses penangguhan penahanan empat aktivis tersangka makar aksi 313.

Banner Iklan Swamedium

Henry mengungkapkan, empat kliennya keluar dari tahanan narkoba Polda Metro Jaya, sejak Jumat (14/7) kemarin. Namun hal ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak kuasa hukum.

“Saya baru tahu jam 15.00 WIB. Teman-teman kuasa hukum tidak diberitahu. Kalau Al-Khaththath diberitahu dari pagi,” tuturnya saat dikonfirmasi, Sabtu (15/7).

Sebelum itu, Henry sempat mengupayakan kliennya dapat ditangguhkan bersamaan dengan proses yang sama terhadap Al-Khaththath, Rabu (12/7) sore. Namun saat itu, kata Henry, hanya Al-Khaththath yang diijinkan keluar. Sementara, empat tersangka lainnya terpaksa ditunda.

“Alasannya waktu itu, pimpinan sudah pulang. Jadi tidak ada yang tanda tangan,” ungkapnya.

Meski begitu, Henry menyampaikan terima kasih kepada penyidik PMJ yang telah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan keliennya. Henry menjelaskan, meski penahanannya ditangguhkan, keempat kliennya itu masih berstatus tersangka dan dikenakan wajib lapor.

“Kami berterima kasih kepada instansi kepolisian. Penangguhan penahanan diterima walaupun masih status tersangka dengan wajib lapor Senin dan Kamis,” tuturnya.

Untuk diketahui, empat aktivis tersebut, antara lain Zainuddin Arsyad, Irwansyah, Diko Nugraha dan Andry. Keempatnya, menyusul Al-Khaththath yang berstatus tahanan kota setelah penyidik PMJ mengabulkan permohonan penangguhan penahanannya, Rabu (12/7) lalu.

Seperti diketahui, Al Khaththtath diciduk polisi di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, jelang aksi Bela Islam, 31 Maret lalu atau dikenal dengan Aksi 313.

Dalam Aksi 313, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam itu menuntut Presiden Joko Widodo memberhentikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatan Gubernur Jakarta.

Tersangka resmi ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat sejak 1 April 2017. Namun menjelang penangguhan penahanannya, Al Khaththath dipindah ke tahanan narkoba PMJ.

Untuk tersangka Al-Khaththath dijerat Pasal 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Juncto Pasal 110 KUHP tentang Pemufakatan Makar. Sedangkan empat tersangka aktivis diduga melanggar Pasal 16 UU 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita