Kamis, 01 Oktober 2020

Radikalisme Bukan Produk Agama

Radikalisme Bukan Produk Agama

Oleh: Ruslan Ismail Mage*

Jakarta, Swamedium.com — Sepanjang yang kita baca dari referensi-referensi yang ada, belum di temukan bahwa radikalisme tertuju pada suatu ajaran agama, apalagi ditujukan secara khusus kepada salah satu agama. Akan tetapi kebanyakan definisi mengkaitkannya dengan politik. Berikut ini kita nukilkan tentang pengertian radikalisme.

Istilah radikalisme ini seperti tertuang dalam kamus bahasa Indonesia, merupakan kata serapan yang terdiri dari dua kata radical dan isme, yang setelah digabungkan bermakna paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis. Dalam buku “Ensiklopedia Indonesia” diterangkan bahwa “radikalisme” adalah semua aliran politik, yang para pengikutnya menghendaki konsekuensi yang ekstrim, setidak-tidaknya konsekuensi yang paling jauh dari pengejawantahan ideologi yang mereka anut. Kedua definisi tersebut pada intinya menghendaki perubahan dengan cara ekstrem, kekerasan dan drastis.

Dengan beberapa pengertian seperti di atas, dapat dimengerti bahwa arti radikalisme tidak ada sangkut pautnya dengan muatan ajaran yang terkandung dalam agama, karena agama bukan merupakan konsep kehidupan yang lahir dari hasil budaya manusia, melainkan berdasarkan wahyu yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa melalui para rasul utusannya untuk menjadi pedoman kehidupan manusia supaya dapat mencapai kedamaian dan kabahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Itulah kemudian tulisan ini tidak tertarik menghubungkan gerakan radikalisme dengan agama.

Jadi arti radikalisme baik secara etimologi maupun termonilogis jelas bukan merupakan produk budaya dari agama apa pun. Karena sifatnya selalu berorientasi/berkonotasi negatif emosional dan tidak rasional dan selalu mendewakan/mempertuhankan nafsu, memaksakan kehendak sendiri, dan tidak menghormati pendapat orang lain, tanpa memperdulikan benar-salahnya pendapat atau keinginan yang akan dilakukan.
Semua agama yang diturunkan ke bumi esensi ajaranya sama, yaitu bagaimana manusia diwajibkan berbuat baik.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.