Senin, 21 September 2020

Retribusi Parkir Bermasalah, DPRD Banjarnegara Curigai Ada Kebocoran

Retribusi Parkir Bermasalah, DPRD Banjarnegara Curigai Ada Kebocoran

Foto: Ilustrasi (ist)

Banjarnegara, Swamedium.com — Bisnis parkir salah satu usaha yang memiliki omset sangat besar jika dikelola dengan benar. Selain dapat menunjang pemasukan daerah apabila pengelolaan sesuai yang di tentukan oleh satu daerah atau bekerjasama dengan pihak swasta.

DPRD Kabupaten Banjarnegara Jawa tengah mencium adanya kebocoran pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. Hingga saat ini belum ada data pasti terkait potensi parkir di Banjarnegara.

Seperti yang dikatakan wakil Ketua Komisi II DPRD Banjarnegara, Galih Pamungkas. Menurutnya, dugaan adanya kebocoran pendapatan dari sektor perparkiran bukan tanpa alasan. Sebab, potensi PAD dari sektor perparkiran sangat besar, namun sampai saat ini belum ada data potensi yang akurat.

“Sebenarnya per hari itu rata-rata berapa motor dan mobil yang parkir. Angka ini saja belum ada,” ungkapnya, Jumat (14/7) kemarin.

Padahal data ini sangat penting untuk menetapkan acuan potensi pemasukan dari sektor tersebut.

Pemerintah kabupaten Banjarnegara Jawa tengah memiliki spot parkir yang dikelola secara mandiri. Sehingga, pendapatan dari spot parkir yang dikelola Pemkab nantinya bisa menjadi tolak ukur potensi.

“Saya yakin jika usul dikabulkan, pendapatan parkir yang dikelola mandiri jauh lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola oleh pihak ketiga,” kata dia, seperti dikutip radarbanyumas.com Sabtu (15/7).

Perihal penggunaan karcis juga mendapat sorotan. Sebab, saat ini masih sering petugas parkir didapati tidak memberikan karcis kepada pengguna jasa parkir.

Edy Purwanto, komisi II DPRD Banjarnegara juga mengungkapkan, Menurutnya, PAD dari sektor parkir sejauh ini masih jauh dari yang diharapkan. Padahal, jika melihat potensi parkir di Banjarnegara mestinya besaran PAD dari sektor parkir lebih tinggi.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.