Rabu, 30 September 2020

Sandiaga Komitmen Lestarikan Budaya Betawi

Sandiaga Komitmen Lestarikan Budaya Betawi

Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri acara Festival Pencak Silat di lapangan RPTRA Cipulir, Ulujami, Jakarta Selatan (Sabtu, 15/7). (asmc)

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno, menghadiri Gebyar Festival Pencak Silat Betawi di RPTRA Ulujami, Kebayoran lama, Jakarta Selatan. Acara ini sebagai bentuk eksistensi budaya Betawi.

Di era globalisasi, Betawi sebagai salah satu suku di Indonesia mendapat tantangan dalam mempertahankan eksistensinya. Hal inilah yang menggerakkan Sandiaga untuk memperhatikan budaya Betawi.

“Kami punya program yang bisa mengangkat budaya Betawi, serta menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri. Salah satu ide kami adalah bagaimana merealisasikan museum Benyamin Sueb,” ujar Sandi, Sabtu (15/7).

Menurut Sandi, merealisasikan museum tersebut tidak hanya mengangkat nilai-nilai luhur Betawi saja. Tetapi nilai adat kebangsaan Indonesia dalam keberagaman. Seperti diketahui, budaya Betawi ini merupakan perpaduan dari banyak etnis dan kultur yang masuk di Jakarta.

“Kita bisa lihat pengaruh dari Cina daratan yang mempengaruhi ornamen-ornamen bajunya, kita juga bisa menemukan benang merah dari perpaduan Timur Tengah, Jawa, dan Sunda,” ungkap Sandi.

Sandi menambahkan, Betawi merupakan etalase keberagaman yang ada di Ibukota, sehingga patut dilestarikan oleh warganya. Betawi simbol keberagaman sangat krusial di DKI saat ini, khususnya semasa berlangsungnya Pilkada.

Dengan Festival pencak silat Betawi, Sandi memiliki mimpi menjadikan pencak silat Betawi sebagai sebuah beladiri, yang populer seperti olahraga MMA (Mixed Martial Art).

“Sudah ada payung produk hukum yang bisa menbuat budaya Betawi semakin sejahtera. seperti Peraturan Gubernur Nomor 229. Supaya pencak silat tidak kalah jauh dari Karate dan Taekwondo hingga MMA,” tutup Sandi. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.