Selasa, 29 September 2020

Akibat Pemblokiran Web Telegram, Komunitas Belajar ‘Online’ Terganggu

Akibat Pemblokiran Web Telegram, Komunitas Belajar ‘Online’ Terganggu

Mojokerto, Swamedium.com — Aplikasi perpesanan Telegram merupakan aplikasi yang tidak hanya untuk mempermudah orang dalam melakukan komunikasi antar wilayah dan jarak, tetapi Telegram juga ternyata digunakan untuk kegiatan belajar mengajar online (di dalam jaringan).

Sayangnya, pemerintah melalui kemkominfo malah memblokir akses web Telegram yang seharusnya bisa digunakan sebagai media untuk kegiatan belajar mengajar di dalam jaringan tanpa batas wilayah dan jarak juga dapat menghemat biaya. Pemerintah menilai bahwa konten yang ada di dalam Telegram tidak aman karena pemerintah mengganggap adanya penyebaran konten yang dianggap terlarang oleh pemerintah.

Taufik Hidayat, seorang pendiri dan koordinator dari Komunitas Belajar LibreOffice Indonesia (BLOI) merasakan dampak kerugian dari diblokirnya situs web Telegram yang dilakukan oleh pemerintah.

“Kami selaku anggota dan pengurus grup Belajar LibreOffice merasa khawatir karena ada beberapa produk yang kami buat seperti buku panduan untuk belajar LibreOffice tidak sampai ke masyarakat Indonesia yang membutuhkannya”, ujarnya kepada Swamedium kemarin (15/7).

Perlu diketahui, selain digunakan untuk mengirim pesan, Telegram juga bisa dimanfaatkan untuk menyimpan berkas dengan ukuran kapasitas yang besar ke dalam grup percakapan, lawan bicara dan akun anda sendiri, Sehingga dengan diblokirnya web Telegram, kegiatan belajar mengajar ‘online’ tidak bisa berjalan secara maksimal.(rk)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.