Selasa, 15 September 2020

Banjir di Belitung, BNPB: Pemerintah Perlu Restorasi

Banjir di Belitung, BNPB: Pemerintah Perlu Restorasi

Foto: Banjir rendam sejumlah kawasan di Kabupaten Belitung Timur dan Belitung. (Facebook Yusril Ihza Mahendra)

Jakarta, Swamedium.com — Hujan deras yang berlangsung sejak Jumat (14/7) hingga Minggu (16/7) telah menyebabkan banjir yang luas di beberapa wilayah di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur Provinsi Bangka Belitung. Untuk itu pemerintah perlu melakukan kebijakan strategis.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPBSutopo Purwo Nugroho mengatakan, intensitas hujan ini melebihi rata-rata hujan bulanan. Sudah pasti sistem hidrologi di daerah aliran sungai tersebut akan tidak berlangsung normal.

“Kemampuan drainase dan sungai beserta anak-anak sungainya tidak akan mampu menampung aliran permukaan sehingga menimbulkan banjir,” kata dia dalam siaran pers, Minggu (16/7) malam.

Sutopo melanjutkan, Hal ini ditambah dengan meningkatnya degradasi lingkungan di Belitung dan Belitung Timur. Berdasarkan hasil kajian BNPB, air hujan di wilayah Belitung biasanya mengalir sebagai aliran permukaan (run off) dan menggerus permukaan.

Kandungan biji timah dan kaolin banyak ditemukan di daerah endapan batuan granit, sehingga daerah sekitar sungai banyak dimanfaatkan sebagai usaha pertambangan.

“Banyaknya usaha pertambangan ini yang tidak didukung dengan upaya perbaikan lingkungan yang banyak menyebabkan terjadinya kerusakan ekosistem lingkungan,” jelas Sutopo.

Kemudian, lanjut Sutopo, air menjadi keruh karena partikel lumpur dan sukar untuk meresap ke tanah dan sungai yang dangkal terdapat di Belitung sebagai akibat dari aktivitas pertambangan tersebut.

Adanya partikel lumpur hasil tambang yang terbawa aliran menyebabkan drainase dan sungai-sungai menjadi dangkal. Kondisi ini tentu saja jika terus terjadi semakin lama daya tampung sungai semakin lama semakin berkurang dan saat hujan lebat dapat terjadi banjir.

“Perlu segera ada kebijakan strategis dari pemerintah setempat untuk melakukan restorasi kerusakan akibat tambang dan melakukan pengerukan di aliran-aliran sungai yang sudah dangkal,” tandas Sutopo. (Ima/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.