Selasa, 22 September 2020

Pemblokiran Telegram Rugikan Komunitas Pengusaha ‘Start-Up’

Pemblokiran Telegram Rugikan Komunitas Pengusaha ‘Start-Up’

Jakarta, Swamedium – Kabar pemblokiran Telegram oleh pemerintahan Jokowi merugikan banyak pihak, termasuk komunitas wirausaha, wirausaha online hingga pebisnis start-up yang banyak melakukan diskusi dan sharing bisnis via Telegram. Keputusan pemerintah ini bertolak belakang dengan semangat membangkitkan wirausaha.

Diskusi dan Sharing di Group Bisnis via Telegram menjadi salah satu media belajar yang sangat efektif dan berbiaya murah. Dalam grup bisnis yang beranggotakan ratusan pengusaha dan calon pengusaha dari puluhan kota di Indonesia ini, anggota komunitas bisa berinteraksi langsung dengan mentor dan member lain dalam Kuliah Online Pengusaha.

Tak heran dengan diblokirnya Telegram, mereka merasa dirugikan karena potensi bisnis ratusan miliar menjadi hilang. Banyak warga net yang menyuarakan kekecewaan mereka terhadap keputusan Kemenkominfo menutup Telegram karena alasan kanal dalam aplikasi tersebut dianggap mengandung konten berbahaya.

Ada warga net yang menyayangkan pemblokiran Telegram karena selama ini membantu dirinya berjualan online (daring).

Telegram, bagi netizen yang sudah bekerja juga sangat membantu karena grup dapat berisi anggota lebih banyak dari aplikasi mengobrol lainnya.

“Bisa mengirim data kapasitas besar, bisa dibuka di beberapa device dengan mudah tanpa hilang data chat atau file,” kata Pasti Putih, seorang pengguna Telegram seperti diberitakan Kantor Berita Antara.

Berikut ini komentar beragam dari warganet terkait pemblokiran telegram.

“lo mau ganti biaya org yg bisnis menggunakan telegram? Apa tdk ada jalan lain utk menghalau radikalisme,kerjasama dgn telegram,” demikian kicauan akun @jufrilaw.

“Ini kputusan sepihak ah, dikit dikit blokir..hhu…pdhal bnyak faedahnya pak..telegram ini buat kami,” ujar akun isna_retna.

“Saya pake @telegram udh 1th lebih dan itu dipke kerja di account saya ada puluhan grup kerjaan dan itu positif lho @Menkominfo,” tulis akun @tedyferry.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.