Rabu, 30 September 2020

Utang Membengkak di Penghujung Rezim Jokowi

Utang Membengkak di Penghujung Rezim Jokowi

Foto: jokowi bilang tenang duit masih banyak. (rakyat merdeka)

Jakarta, Swamedium.com — Menjelang tiga tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), utang yang ditarik pemerintahan Jokowi luar biasa besar. Hingga April 2017 ketika usia pemerintahan Jokowi menginjak dua setengah tahun, utang pemerintah sudah bertambah sebesar Rp1.062 triliun.

Angka itu melebihi utang yang ditarik pada periode kedua pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono SBY pada 2010-2014. Sepanjang rentang waktu itu, utang yang dihimpun pemerintahan SBY mencapai Rp1.019 triliun.

Sejumlah kalangan pun lantas berseloroh bahwa pertumbuhan utang di masa pemerintahan Jokowi mencatatkan rekor baru.

“Sejak Indonesia merdeka, inilah rekor utang tertinggi,” kata Fadli Zon, politikus Gerindra, Rabu pekan silam.

Diprediksi, utang pemerintah bakal makin menggunung. Pasalnya, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017, pemerintah mematok defisit fiskal di angka 2,92%.

Untuk menutup defisit sebesar itu, dipastikan pemerintah mencari utang baru yang besarnya bisa mencapai Rp397 triliun. Angka itu melonjak 20% dibanding defisit yang ada dalam APBN 2017 sebesar Rp330,2 triliun.

Besaran defisit dalam RAPBN-P 2017 memang bisa ditekan lebih kecil dari asumsi sekarang. Sebut saja, berkat pembahasan di DPR dan realisasi serapan belanja negara yang jarang sampai 100%, defisit fiskal bisa dipangkas di angka 2,67%. Namun demikian, utang baru tetap harus dicari untuk menambalnya.

“Surat utang akan bertambah sekitar Rp33,67,3 triliun,” kata ekonom Indef Bhima Yudhistira, Selasa pekan lalu. (sindo/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.