Jumat, 02 Oktober 2020

Al-Aqsha Menangis Lagi

Al-Aqsha Menangis Lagi

Foto: Save Al Aqsa (KNRP)

Oleh: Amrozi M. Rais*

Jakarta, Swamedium.com — Jum’at pagi, 14 Juli 2017, selepas sholat subuh, suasana halaman Masjidil Aqsha dikejutkan dengan tembakan bertubi-tubi yang dikeluarkan oleh aparat keamanan Zionis Israel. Suara itu berasal dari tembakan polisi Zionis Israel ke arah pemuda-pemuda Palestina yang tengah membela kiblat pertama umat Islam.

Terlihat ketiga pemuda Palestina, Muhammad Ahmad Jabbaren (29), Muhammad Hamed Jabbaren (19) dan Muhammad Ahmad Mufadhal Jabbaren (19), bersimbah darah dan sudah tidak bernyawa lagi. Tembakan aparat keamanan Zionis Israel ini, dilakukan karena ketiga pemuda Palestina berupaya menyerang mereka dengan pisau. Dua polisi Israel pun berjatuhan setelah ditusuk oleh ketiga pemuda tersebut. Dua polisi Israel dikabarkan meninggal dunia akibat tusukan tersebut. Hari berikutnya, Sabtu 15 Juli, dikabarkan polisi Israel ketiga dikabarkan meninggal dunia juga akibat tusukan pemuda Palestina itu. Jadi pas, tiga lawan tiga.

Untuk mengantipasi kejadian yang lebih buruk lagi, pihak pemerintah Zionis Israel menutup kiblat pertama umat Islam itu dari jamaah sholat Jum’at. Bahkan azan pun dilarang dikumandangkan dari masjid suci itu. Sesuai rencana pemerintah Zionis Israel, penutupan ini akan dilanjutkan hingga Ahad depan (23/7). Tindakan Israel ini merupakan tindakan yang paling brutal selama setengah abad ini, sejak tahun 1969 lalu.

Reaksi Dunia Internasional
Saat tulisan ini ditulis, penulis belum mendengar pernyataan dari pemimpin dunia Islam manapun menanggapi atas kejadian di atas. Namun yang mengejutkan adalah pernyataan Presiden Palestina Mahmud Abbas yang mengecam aksi para pemuda Palestina itu. “Saya menentang segala bentuk kekerasan di tempat ibadah, termasuk aksi penyerangan kepada polisi Israel,” jelas Abbas. Tak satupun pemimpin dunia Islam mengecam aksi penutupan Masjidil Aqsha ini. Diam membisu. Termasuk dari Indonesia.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.