Selasa, 17 Mei 2022

Butuh 11 Kali Persidangan untuk Jadikan Setya Novanto Tersangka Korupsi e-KTP

Butuh 11 Kali Persidangan untuk Jadikan Setya Novanto Tersangka Korupsi e-KTP

Foto: Ketua DPR RI Setya Novanto disebut-namanya dalam dakwaan Jaksa KPK pada sidang perkara korupsi e-KTP. (foto: ist)

Jakarta, Swamedium.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka.

Banner Iklan Swamedium

Ketua Umum Partai Golkar itu disangkakan terlibat dalam korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

“KPK menetapkan saudara SN anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Senin (17/7).

Novanto diduga ikut mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun.

Ia disangka telah melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dengan begitu Novanto dinilai telah menguntungkan diri atau orang lain atau korporasi. Novanto juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan.

Sebelumnya, Jaksa KPK meyakini Setya Novanto ikut berperan dalam korupsi proyek e-KTP.

Jaksa KPK yakin tindak pidana korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun itu dilakukan bersama-sama Novanto yang sebelumnya pernah lolos dalam kasus “Papa Minta Saham” itu.

Jaksa KPK meyakini adanya peran Novanto saat ia membacakan surat tuntutan terhadap dua terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/6) lalu.

“Telah terjadi kerja sama yang erat dan sadar yang dilakukan para terdakwa dengan Setya Novanto, Diah Anggraini, Drajat Wisnu, Isnu Edhi dan Andi Agustinus alias Andi Narogong,” kata Jaksa KPK Mufti Nur Irawan saat itu.

Sebelumnya, Setya Novanto sudah dicegah untuk bepergian ke luar negeri oleh KPK. Saat itu, langkah cegah KPK ini diambil untuk mendalami peran Novanto dalam kasus e-KTP dan menguatkan bukti-bukti yang adam

“Saksi kami cegah ke luar negeri karena kami butuhkan keterangannya. Nanti kami akan lakukan pemeriksaan lebih dahulu untuk lihat lebih lanjut dan memperkuat bukti-bukti untuk penyidikan yang kami lakukan,” ujar Febri saat itu.

Setya Novanto merupakan salah satu pihak yang ikut didakwa bersama-sama dengan Irman dan Sugiharto.

Dalam kasus e-KTP, proses persetujuan anggaran di DPR disebut dikendalikan oleh beberapa pimpinan fraksi. Dua di antaranya adalah Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto dan Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Keduanya disebut mengkoordinasikan setiap pimpinan fraksi untuk menyetujui anggaran e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun.

Dalam sebelas kali persidangan, sejumlah saksi mengakui adanya peran Setya Novanto dalam proyek yang menelan kerugian negara Rp 2,3 triliun tersebut. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita