Kamis, 24 September 2020

Kebijakan Konyol, Jokowi Sendiri yang Memukul Daya Beli Masyarakat

Kebijakan Konyol, Jokowi Sendiri yang Memukul Daya Beli Masyarakat

Jakarta, Swamedium.com – Laporan Bank Dunia (World Bank) menyatakan bahwa Indonesia menghadapi dua masalah yang serius dan sulit ditemukan jalan keluarnya. Yaitu, inflasi yang tinggi dan daya beli masyarakat yang turun.

Padahal, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi. Konsumsi menyumbang 53 persen dari Product Domestic Bruto (PDB). Artinya, kalau daya beli jatuh maka otomatis pajak juga jatuh.

“Siapa yang memukul daya beli masyarakat ? Jokowi sendiri. Pertama, Presiden dengan tanpa ragu ragu dan penuh keberanian menaikkan harga bahan bakar minyak tepat di awal pemerintahanya,” kata Analis Ekonomi Salamuddin Daeng dalam pesan elektroniknya.

Menurut dia, itu adalah tindakan super konyol karena pada saat itu harga minyak mentah sedang jatuh. Justru negara-negara lain menggunakan kesempatan itu untuk menekan biaya produksi, menekan harga, sekaligus mengangkat daya beli yang tengah jatuh, yang merupakan masalah ekonomi yang dihadapi oleh sebagian besar negara.

“Lebih dungu lagi pemerintah menaikkan harga listrik hampir setiap bulan, sementara harga energi primer jatuh. Kebijakan ini telah memukul daya beli dan sekaligus melipatgandakan inflasi yang terus ditutup-tutupi dengan manipulasi statistik,” jelasnya.

Salamuddin melanjutkan, pertumbuhan ekonomi yang terjadi sekarang hanya ditopang oleh tambahan utang pemerintah yang bernilai lebih dari Rp 1000 triliun dalam 2,5 tahun terakhir, dan kemungkinan akan mencapai Rp 1500 triliun dalam 3 tahun anggaran. Padahal, ungkap dia, sandaran ekonomi pada utang tidak akan berdampak pada penerimaan pajak uang yang berarti. Pada tahap selanjutnya utang akan menjadi beban fiskal.

Di sisi lain, utang tidak digunakan sebagai belanja dalam kegiatan yang menciptakan multiplier effect terhadap ekonomi dalam negeri. Utang sebagian besar digunakan untuk membeli barang-barang impor yang menciptakan dampak berganda bagi keuntungan bagi negara lain.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.