Jumat, 25 September 2020

KPPU: Laba Pedagang Terlalu Tinggi Sebabkan Beras Mahal

KPPU: Laba Pedagang Terlalu Tinggi Sebabkan Beras Mahal

Foto: Ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan berupaya memangkas keuntungan pedagang perantara yang saat ini mencapai Rp186 triliun per tahun. Keuntungan pedagang yang terlalu besar ini yang membuat harga beras di tingkat eceran menjadi tinggi.

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan disparitas harga beras yang tinggi antara produsen atau petani dengan konsumen menjadi masalah besar. Penyebabnya, pedagang perantara yang menikmati keuntungan hingga Rp186 triliun.

“Ini yang menjadi masalah saat ini karena ada pedagang perantara yang mendapat keuntungan lebih besar dan membuat harga beras di tingkat pengecer juga tinggi,” jelas Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, di Makassar, Minggu.

Dia memaparkan harga beras pada tingkat petani dijual sebesar Rp7.500 per kilogram, sedangkan harga beras yang dijual di masyarakat itu harganya sebesar Rp10.500 per kilogram.

Syarkawi mengaku selisih harga beras di tingkat petani dan masyarakat cukup besar yakni Rp3.000 dan nilai selisih ini yang menjadi fokus dari KPPU untuk dipangkas agar masyarakat membeli beras dengan harga lebih murah.

Harga beras Indonesia diketahui cukup mahal, bahkan dibandingkan dengan harga beras di negara-negara ASEAN.

“Ini yang menjadi fokus kita karena ada selisih harga yang cukup besar antara petani dengan masyarakat. Nilainya cukup besar Rp3.000 dan ini yang akan kami pangkas,” ujarnya.

Dijelaskan, keuntungan Rp186 triliun yang didapatkan pedagang perantara itu didapatkan dari nilai konversi dengan total produksi padi selama setahun.

Secara detil, Syarwaki menjelaskan, dalam setahun produksi padi nasional 79-80 juta ton yang kemudian dikonversi menjadi beras sekitar 40 juta ton dikalikan dengan selisih harga sebesar Rp3.000 itu.

“Keuntungan yang diperoleh ‘orang tengah’ mencapai Rp186 triliun memang terlampau besar. Padahal, petani kita hanya menikmati kurang dari Rp100 triliun. Begitu pula dengan pedagang pada konsumen akhir yang keuntungannya tidak sebesar orang tengah itu,” katanya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.