Sabtu, 26 September 2020

Sejumlah WNI Dideportasi Turki, Polri Dalami Keterlibatan dengan Terorisme

Sejumlah WNI Dideportasi Turki, Polri Dalami Keterlibatan dengan Terorisme

Foto: Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Kompas)

Jakarta, Swamedium.com — Kepolisian Republik Indonesia akan mendalami kasus Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Turki, apakah ada keterlibatannya dengan jaringan kelompok ISIS atau tidak.

“Seperti biasa nanti kita lakukan pemeriksaan oleh densus 88, verifikasi apakah terlibat jaringan atau tidak,” ujar Kapolri Jendral Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/7).

Tito mengatakan, apabila WNI yang dideportasi benar masuk kedalam jaringan terorisme, dirinya sangat menyayangkan hal tersebut. Karena untuk WNI yang menjadi anggota kelompok terorisme di luar negeri belum diatur dalam Undang Undang.

“Kalau ada pelanggaran hukum paspor nanti ada proses hukum. Tapi kalau tidak ada pidananya, nanti itu kelemahan UU kita yang kita masukan revisi UU yang ikut gerakan terorisme luar negeri bisa dipidanakan di sini. Selama ini belum ada,” jelasnya.

Untuk hal ini, dirinya menjelaskan langkah kepolisian dalam memberantas WNI yang ingin bergabung ke dalam kelompok radikal, dengan cara berkoordinasi dengan jaringan intelejen yang terkait.

“Kita lakukan langkah koordinasi dengan secara internal dan imigrasi dengan pihak penerbangan bea cukai kalau keluar tentu dengan jaringan intelijen di Turki. Dengan jaringan intelijen kita berkomunikasi utk menyetop mereka dan menangkap mereka yang masuk dalam jaringan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kementerian Luar Negeri RI menyebut, sepanjang 2015-2017 ada 430 WNI yang dideportasi dari Turki. Rinciannya, 193 WNI di tahun 2015, 60 WNI di tahun 2016 dan 177 WNI di tahun 2017.

Meski begitu, WNI yang dideportasi itu belum bisa dipastikan sebagai simpatisan ISIS dan hendak menyebrang ke Suriah. Perlu ada pemeriksaan lebih lanjut apakah mereka terkait ISIS atau tidak. (Yog/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.