Selasa, 29 September 2020

BI Merilis Utang Luar Negeri Meningkat 5,5%, Capai Rp4,5 Triliun

BI Merilis Utang Luar Negeri Meningkat 5,5%, Capai Rp4,5 Triliun

Foto: Ilustrasi utang negara. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Utang luar negeri Indonesia meningkat secara tahunan sebesar 5,5 persen (year on year/yoy) menjadi 333,6 miliar dolar AS pada Mei 2017, menyusul menanjaknya utang publik sebesar 11,8 persen (yoy) menjadi 168,4 miliar dolar AS.

Menurut pernyataan resmi Bank Indonesia (BI) dalam Statitsik Utang Luar Negeri per Mei 2017 yang disampaikan di Jakarta, Senin (17/7), dengan meningkatnya utang publik atau yang terdiri dari utang pemerintah ditambah utang bank sentral, maka porsi utang publik menjadi 50,5 persen dari total Utang Luar Negeri (ULN),

Statistik BI menyatakan, utang publik terdiri dari utang pemerintah sebesar 164,3 miliar dolar AS dan utang bank sentral sebesar 4 miliar dolar AS.

Untuk utang pemerintah banyak terpusat di sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang sebesar 126,2 miliar dolar AS, kemudian sektor jasa 16,9 miliar dolar AS.

Sementara di sisi lain, di saat utang publik meningkat, pihak swasta tampaknya belum menunjukkan peningkatan kebutuhan pendanaan bisnis untuk ekspansi. Utang swasta kembali menurun 0,1 persen (yoy) menjadi 165,2 miliar dolar AS atau 49,5 persen dari total ULN.

Meski begitu, penurunan utang swasta tidak lebih tajam dibanding pada April 2017 ketika utang swasta melorot 3,2 persen (yoy). Menurunnya ULN swasta tersebut disebabkan oleh ULN lembaga keuangan yakni Bank maupun Lembaga Keuangan Bukan Bank sementara ULN swasta non keuangan meningkat.

Berdasarkan jangka waktu asal, ULN jangka panjang naik 4,4 persen (yoy) atau menjadi 289,2 miliar dolar AS. Dengan demikian porsi ULN jangka panjang sebesar 86,7 persen dari total ULN. Sementara ULN berjangka pendek tumbuh 13,6 persen menjadi 44,4 miliar dolar AS atau menyumbang 13,3 persen kepada total ULN.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.