Selasa, 22 September 2020

GPMP Berangkatkan Tim Ekspedisi Syahadat Suku Togutil ke Halmahera

GPMP Berangkatkan Tim Ekspedisi Syahadat Suku Togutil ke Halmahera

Foto: Setelah dipersiapkan sejak Ramadhan lalu, akhirnya tim Ekspedisi Syahadat Gerakan Peduli Masyarakat Pedalaman (GPMP) berangkat menuju Halmahera, Ternate.(Forjim)

Jakarta, Swamedium.com – Setelah dipersiapkan dengan matang sejak Ramadhan lalu, akhirnya tim Ekspedisi Syahadat Gerakan Peduli Masyarakat Pedalaman (GPMP), Minggu (16/7) malam, berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Ternate kemudian masuk ke pedalaman Halmahera.

Dikatakan Ketua Umum GPMP Devina Andiviaty, persiapan tim Ekspedisi Syahadat GPMP sudah final. Ada banyak pihak yang mendukung dakwah GPMP, terutama dalam misi ini, diantaranya dengan Sedekah Oksigen, Rumah Zakat, Pecinta Anak Yatim dan Rumah kaos.

“Secara umum, Insya Allah persiapannya sudah matang. Kami punya tim yang profesional di bidangnya, baik kameramen maupun fotografer. Dalam hal ini, kami bekerjasama dengan Zanetta untuk penyediaan perangkat yang terbaik,” kata Devina, akhwat yang pernah belajar di Daarut Tauhid, Bandung ini.

Mengapa disebut “Ekspedisi Syahadat”? Devina menjelaskan, tujuan utama program GPMP adalah untuk menyelamatkan kelompok masyarakat, dalam hal ini Suku Togutil, yang ada di pedalam Halmahera dari masa jahiliyah menuju cahaya Islam.

“Ini adalah misi awal kami untuk membantu mereka. Setidaknya menjadi pembuka jalan awal kebaikan untuk mencerahkan kehidupan suku Togutil dari gelap menuju terang. Yang pasti, tidak ada paksaan untuk bersyahadat. Mereka lah yang justru minta segera disyahadatkan,” jelas Devina.

Rencananya, jumlah suku Togutil yang akan bersyahadat awal kurang lebih 20-30 orang.

“Insya Allah bisa lebih banyak lagi saat kami melakukan ekspedisi ini. Kami perkirakan, potensinya bisa mencapai 100 orang yang akan disyahadatkan. Semoga Allah memberikan hidayah Islam kepada mereka,” tutur Devina.

Selama di pedalaman, kata Devina, akan ditemui kendala komunikasi, mengingat disana tidak ada sinyal maupun listrik.

“Kami pun menyediakan genset kecil utk merecharge perangkat-perangkat dokumentasi kami. Insya Allah tidak akan kehabisan baterai saat mendokumentasikannya,” ujarnya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.