Kamis, 24 September 2020

Jangan Tipu Rakyat, Inilah Kondisi Genting yang Sebenarnya

Jangan Tipu Rakyat, Inilah Kondisi Genting yang Sebenarnya

Foto: Menkopolhukam Wiranto dan Presiden Joko Widodo. (ist)

Oleh Maulana Munif*

Jakarta, Swamedium.com — Sejak terbitnya Perppu ormas, nuansa negeri ini jadi riuh dan gaduh. Maunya apa sih penguasa ini? Tega-teganya rakyat diberi pekerjaan rumah yang tiada habisnya. Perppu itu pun mendapat penolakan banyak komponen masyarakat, bahkan kesalahannya pun dianggap fatal. Seolah-olah pemerintah sekarang kalap dan panik.

Seharusnya pemerintah berani jujur dengan menjelaskan keadaan genting yang selama ini jadi alasan. Bukankah utang yang menggunung juga kondisi genting? Bahkan menurut Ichsanuddin Noorsy utang Indonesia mencapai 4 ribu triliun. Maka perlu perppu mendesak terkait utang negara tersebut. Ini sudah lampu merah dan tanda bahaya.

Pemerintah juga harus jujur bahwa Indonesia juga darurat narkoba, hampir di banyak rutan yang harusnya jadi tempat orang untuk tobat tapi malah menjadi pabrik-pabrik narkoba. Presiden ditunggu keberaniannya untuk mengumumkan Indonesia dalan keadaan darurat narkoba. Perppu darurat narkoba yakin akan ditunggu masyarakat.

Tuan Jokowi juga harus jujur bahwa Indonesia juga darurat kepemilikan tanah, sangat aneh di saat terjadi penggusuran di mana-mana ada satu orang (warga keturunan) dari 250 juta penduduk Indonesia memiliki hak kepemilikan tanah seluas 5 juta hektar tanah yang setara 2/3 luas pulau jawa. Kenapa ini tidak dianggap genting. Perppu darurat tanah juga yakin didukung rakyat.

Pemerintah harus jujur bahwa Indonesia darurat kekayaan alam. 80 % lebih kekayaan alam kita telah nyata-nyata dieksploitasi korporasi asing. Bagaimana gunung emas di Papua yang dikeruk Freeport dengan rakusnya. Freeport mendapat royalti 99% dan rakyat Indonesia yang hampir 250 juta jiwa mendapat 1%. Lebih dari 70 UU produk reformasi yang patut diduga sarat dengan kepentingan asing dan aseng. Anehnya keadaan ini tidak dianggap darurat oleh Negara.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.