Minggu, 25 Juli 2021

Jangan Tipu Rakyat, Inilah Kondisi Genting yang Sebenarnya

Jangan Tipu Rakyat, Inilah Kondisi Genting yang Sebenarnya

Foto: Menkopolhukam Wiranto dan Presiden Joko Widodo. (ist)

Oleh Maulana Munif*

Banner Iklan Swamedium

Jakarta, Swamedium.com — Sejak terbitnya Perppu ormas, nuansa negeri ini jadi riuh dan gaduh. Maunya apa sih penguasa ini? Tega-teganya rakyat diberi pekerjaan rumah yang tiada habisnya. Perppu itu pun mendapat penolakan banyak komponen masyarakat, bahkan kesalahannya pun dianggap fatal. Seolah-olah pemerintah sekarang kalap dan panik.

Seharusnya pemerintah berani jujur dengan menjelaskan keadaan genting yang selama ini jadi alasan. Bukankah utang yang menggunung juga kondisi genting? Bahkan menurut Ichsanuddin Noorsy utang Indonesia mencapai 4 ribu triliun. Maka perlu perppu mendesak terkait utang negara tersebut. Ini sudah lampu merah dan tanda bahaya.

Pemerintah juga harus jujur bahwa Indonesia juga darurat narkoba, hampir di banyak rutan yang harusnya jadi tempat orang untuk tobat tapi malah menjadi pabrik-pabrik narkoba. Presiden ditunggu keberaniannya untuk mengumumkan Indonesia dalan keadaan darurat narkoba. Perppu darurat narkoba yakin akan ditunggu masyarakat.

Tuan Jokowi juga harus jujur bahwa Indonesia juga darurat kepemilikan tanah, sangat aneh di saat terjadi penggusuran di mana-mana ada satu orang (warga keturunan) dari 250 juta penduduk Indonesia memiliki hak kepemilikan tanah seluas 5 juta hektar tanah yang setara 2/3 luas pulau jawa. Kenapa ini tidak dianggap genting. Perppu darurat tanah juga yakin didukung rakyat.

Pemerintah harus jujur bahwa Indonesia darurat kekayaan alam. 80 % lebih kekayaan alam kita telah nyata-nyata dieksploitasi korporasi asing. Bagaimana gunung emas di Papua yang dikeruk Freeport dengan rakusnya. Freeport mendapat royalti 99% dan rakyat Indonesia yang hampir 250 juta jiwa mendapat 1%. Lebih dari 70 UU produk reformasi yang patut diduga sarat dengan kepentingan asing dan aseng. Anehnya keadaan ini tidak dianggap darurat oleh Negara.

Negeri ini sudah darurat korupsi. Hampir di semua level korupsi merajalela, keberadaann KPK dan UU yang ada ternyata belum mampu membendung laju korupsi di negri ini. Beranikah mengumumkan bahwa Indonesia darurat korupsi dan penting untuk menerbitkan perppu baru?

Sudahi Mengambinghitamkan Ormas

Tampaknya tuduhan anti-Pancasila berdasarkan selera penguasa. Subjektifitas makna Pancasila oleh rezim diartikan sangat tendensius. Mereka yang kritis dan tidak sependapat dengan kebijakan rezim dianggap anti Pancasila. Padahal sikap kritis itu sangat diperlukan pada saat rezim yang patut diduga neolib sekarang. Apa yang menjadi tujuan HTI dan ormas Islam adalah dakwah Islam yang bertujuan melanjutkan kehidupan Islam, apakah dakwah Islam itu dianggap anti Pancasila?

Ada juga tuduhan makar. Jelas itu tuduhan fitnahan murahan. Ormas Islam adalah sekumpulan para pemuda yang menurut yang penulis kenal adalah sangat santun, cerdas, intelektual, mengedepankan dialog dan berakhalq mulia. Apalagi HTI tidak punya sayap militer, malahan ada ormas yang bergerak dalam dakwah sosial pendidikan. Logikanya mau makar modal apa? Modalnya apa sehingga mereka berpikir makar.

HTI dan ormas Islam dituduh anti kebhinekaan karena konsisten perjuangan syariahnya. Menurut penulis ini adalah suatu pandangan Islamophobia. Syariah Islam digambarkan desdruktif dan merusak. Ada ungkapan naif seperti jangan pakai syariah nanti karena syariah memecah belah bangsa, negeri ini akan terjadi perang saudara dan porak poranda. Begitulah sedemikian kejinya mereka menfitnah Islam.

Mengapa takut Khilafah? Khilafah itu adalah ajaran Islam seperti halnya syariat yang lain, sholat, ekonomi syariah, jual beli syariah, larangan riba dan yang lainnya. Syariah tu mengatur kehidupan dari A sampai Z, mulai bab rumah tangga, ekonomi, bersosial masyarakat sampa juga bab khilafah.

Upaya membentur-benturkan Islam dengan pancasila, justru mengakibatkan ketidakpercayaan kepada penguasa. Apakah sistem kapitalis liberalis sekarang ini yang sebenarnya anti Pancasila? Sekarang sistem ini sedang berlangsung bukan akan berlangsung dan penderitaan rakyat nyata akibat sistem ini. Semua aset negara diprivatisasi, kekayaan alam dikuasai asing dan ketimpangan sosial yang semakin menggunung. Islam adalah agama yang rahmatallil ‘alamin. Jika penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa maka Allah akan turunkan berkah dari langit dan bumi sebagaimana firman Allah Swt.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-A’raf: 96)

Sudah jelaskan masalah genting di negeri ini bukan karena Ormas. Justru, pemerintah harus memahami hukum ketatanegaraan dengan baik. Jangan sampai dianggap melanggar dan melabrak semua konstitusi. Katanya negara hukum, kok bertindak semaunya sendiri? Jadi, kondisi genting saat ini adalah penjajahan gaya baru, dan kita harus melepaskan belenggu itu. (*)

*Penulis adalah Peminat Kajian Hukum dan Kemanusiaan

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita