Rabu, 30 September 2020

Jatim Tolak PPN 10 Persen untuk Petani Tebu

Jatim Tolak PPN 10 Persen untuk Petani Tebu

Foto: Gubernur Jawa Timur Soekarwo (Ari/swamedium)

Surabaya, Swamedium.com — Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan pihaknya secara tegas menolak adanya pengenaan Pajak PertambahanNilai (PPN) 10 persen yang diperuntukkan bagi petani tebu.

“Para petani tebu itu harus dilindungi dan didorong ekonominya. Bukan tambah dirugikan,” kata Gubernur Jatim Soekarwo di Surabaya, Selasa (18/7).

Mantan Sekdaprov Jatim ini mengatakan pihaknya bisa memaklumi pengenaan PPN 10 persen tersebut sebagai salah satu solusi untuk menutup defisit anggaran Belanja Negara (APBN).

”Saya lebih setuju jika pemerintah mencari hutangan ke luar negeri untuk menutup defisit anggaran. Tujuannya, supaya cash flow cukup, lalu pemerintah mengeluarkan Surat Utang Negara (SUN) dan Obliglasi Ritel Indonesia (ORI) sehingga deposito akan lagi ke SUN dan ORI dan bank tak kekurangan liquid,” jelasnya.

Diungkapkan oleh Soekarwo, masih banyak cara juga yang dilakukan pemerintah untuk menutup defisit APBN.

”Banyak contoh misalnya bunga kredit perbankan sulit dijangkau UMKM karena masih diatas 10% yakni kisaran 14-15% sehingga UMKM pasti kalah efisien dengan pabrik besar yang berdampak cost produksinya mahal. Idealnya bunga bank itu dikisaran 4-5% sehingga bank bisa beri kredit dengan bungah dibawah 10%. Kalau sekarang khan berlaku liberalisasi sehingga UMK pasti kalah efisien dan pabrik besar sehingga cost produksinya tinggi,” tandasnya.(Ari)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.