Jumat, 18 September 2020

Ngotot Presidential Treshold 20 Persen, Pemerintah Jegal Prabowo di 2019

Ngotot Presidential Treshold 20 Persen, Pemerintah Jegal Prabowo di 2019

Foto: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut, pemerintah saat ini berusaha menjegal Prabowo Subianto untuk maju pada pemilihan presiden tahun 2019. Hal itu terlihat dari ngototnya pemerintah memaksakan presidential treshold 20 persen.

Fadli menilai upaya penjegalan ini terlihat dari Pemilu 2019 yang menggunakan presidential threshold pada Pemilu 2014. Padahal, situasi dan kondisi politik 2014 dan 2019 amatlah berbeda.

“Jangan ini dijadikan alat untuk menjegal Pak Prabowo. Menurut saya yang ada sekarang itu pemerintah sedang berusaha untuk menjegal Pak Prabowo untuk menjadi calon dan ini tidak masuk akal,” ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/7).

Wakil Ketua DPR itu mengungkapkan partainya akan melakukan upaya mengajukan uji materil (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi bila presidential threshold disahkan.

“Tentu kita akan tempuh semua langkah-langkah termasuk melakukan judicial review di MK dan cara-cara yang lain supaya demokrasi kita tetap dalam aturan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah bersikukuh dengan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) pada angka 20 persen kursi DPR dan 25 persen perolehan suara nasional.

Sementara fraksi-fraksi di DPR diketahui ada tiga kelompok yakni sejalan dengan sikap pemerintah, mendukung agar presidential threshold ditiadakan alias 0 persen, dan kelompok yang imgin presidemtial threshold di angka 10-15 persen sebagai jalan tengah. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.