Sabtu, 24 Juli 2021

Pasar Glodok ‘Mati’, Mendag Bilang Pedagang Tidak Berinovasi

Pasar Glodok ‘Mati’, Mendag Bilang Pedagang Tidak Berinovasi

Jakarta, Swamedium.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan matinya Pasar Glodok, Jakarta Barat disebabkan pedagang tidak mampu berinovasi untuk menarik pembeli yang kini mulai beralih ke toko-toko online. Mendag tidak menyinggung bahwa perekonomian lesu telah berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat.

Banner Iklan Swamedium

“Makanya poinnya saya sampaikan pusat belanja harus inovatif. Kalau dia statis dengan adanya kompetisi, dia seharusnya pindah ke tempat yang lebih baik,” kata Enggar, Senin (17/7) yang dikutip merdeka.com.

Menurut Enggar, jika omzet sudah mulai menurun mestinya mereka segera melakukan inovasi untuk kembali meraup pembeli, misalnya dengan mengadakan sebuah event tertentu. Dia menceritakan pengalamannya dalam berbisnis yang pernah hampir bangkrut karena sepi pembeli. Akhirnya bisa bangkit kembali dan menarik minat pembeli.

“Saya ada Jogja Tronik. Semula jualan turun, susah sekali. Nah bagaimana saya bisa meningkatkan itu, saya bikin event, orang mau tertarik datang ke sana dengan makanan enak. Tempat enak untuk hang out. Orang ke sana datang pindah. Anda pindah saya kasih gratis dulu,” ujarnya.

Meski demikian, kata Enggar, tutupnya kios-kios di Glodok disebabkan habisnya masa sewa.
“Ada catatan menarik dia habis masa kontrak. Bisa saja dia perpanjang atau tidak perpanjang kemudian dia lihat tempat lain,” tuturnya.

Sebelumnya ramai pemberitaan terkait nyaris bangkrutnya pusat belanja elektronik legendaris Pasar Glodok, Jakarta Barat karena sepi pembeli dalam 5 tahun terakhir. Saat ini, banyak kios yang sudah tutup atau hanya difungsikan sebagai gudang saja.

Sepinya pusat belanja rakyat ini juga terjadi di Roxy, Mangga Dua, ITC Cempaka Mas, bahkan Tanah Abang yang dipicu oleh perekonomian lesu, terutama dalam setahun terakhir. Gadis, pramuniaga kios alat kesehatan di ITC Cempaka Mas menceritakan situasi belanja saat ramadhan lalu yang sepi pengunjung.

“Tahun lalu, kalau mau ramadhan, di ITC ini ramai pengunjung sampai mau jalan sulit. Tahun ini, sepi, biasa saja pengunjungnya tidak ramai,” paparnya.

Kondisi sama juga dikatakan pedagang di Tanah Abang. Meski ada kenaikan penjualan selama ramadhan, namun kenaikannya sangat sedikit. “Naiknya hanya 30%-40%. Kalau tahun-tahun sebelumnya bisa dua sampai 3 kali lipat,” keluhnya. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita