Jumat, 02 Oktober 2020

Pasca Setya Novanto, KPK Bidik Anggota DPR Lainnya

Pasca Setya Novanto, KPK Bidik Anggota DPR Lainnya

Foto: Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pasca ditetapkannya Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka korupsi kasus e-KTP, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sedang membidik anggota DPR lainnya yang disebutkan dalam surat dakwaan tersangka Irman dan Sugiharto.

“Sudah kami sebutkan dalam dakwaan, di sidang, dan di tuntutan, termasuk pihak pihak yang diduga menikmati aliran dana, itu cukup banyak yang kami sebutkan tentu akan kami proses lebih lanjut,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/7).

Meski ia tak merincikan siapa saja anggota DPR RI yang akan dijadikan tersangka oleh KPK, Febri menyadari penetapan tersangka kasus e-KTP adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh publik.

“Kami paham betul bahwa publik sangat menginginkan kasus e-KTP ditangani secara tuntas,” ucapnya.

Untuk diketahui, berikut ini sejumlah anggota DPR dan mantan anggota DPR yang turut disebut menerima uang korupsi e-KTP, merujuk surat dakwaan Irman dan Sugiharto:

-Anas Urbaningrum sejumlah 5,5 juta dolar Amerika Serikat
-Melcias Marchus Mekeng (saat itu Ketua Banggar DPR) sejumlah 1,4 juta dolar Amerika Serikat
-Olly Dondokambey sejumlah 1,2 juta dolar Amerika Serikat
-Mirwan Amir sejumlah 1,2 juta dolar Amerika Serikat
-Agun Gunandjar Sudarsa selaku anggota Komisi II dan Badan Anggaran DPR RI sejumlah 1,047 juta dolar Amerika Serikat
-Tamsil Linrung sejumlah 700.000 dolar Amerika Serikat
-Chaeruman Harahap sejumlah 584.000 dolar Amerika Serikat dan Rp 26 miliar
-Ganjar Pranowo sejumlah 520.000 dolar Amerika Serikat
-Khatibul Umam Wiranu sejumlah 400.000 dolar Amerika Serikat
-Ignatius Mulyono sejumlah 258.000 dolar Amerika Serikat
-Teguh Djuwarno sejumlah 167.000 dolar Amerika Serikat
-Arief Wibowo sejumlah 108.000 dolar Amerika Serikat
-Taufik Effendi sejumlah 103.000 dolar Amerika Serikat
-M Jafar Hapsah sejumlah 100.000 dolar Amerika Serikat
-Ade Komarudin sejumlah 100.000 dolar Amerika Serikat
-Yasona Laoly sejumlah 84.000 dolar Amerika Serikat
-Rindoko, Numan Abdul Hakim, Abdul Malik Haramaen, Jamal Aziz, dan Jazuli Juwaini selaku Kapoksi pada Komisi II masing-masing 37.000 dolar Amerika Serikat
-Miryam S. Haryani sejumlah 23.000 dolar Amerika Serikat
-Markus Nari sejumlah Rp 4 miliar dan 13.000 dolar Amerika Serikat (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.