Jumat, 25 September 2020

Perppu Ormas dan Eskalasi Politik yang kian Memanas

Perppu Ormas dan Eskalasi Politik yang kian Memanas

Foto: Aksi unjuk rasa menolak Perppu Ormas. (Forjim)

Oleh: Arik Wicaksono*

Jakarta, Swamedium.com — Deras penolakan Perppu terasa semakin menguat. Diwarnai oleh berbagai peristiwa yang ironis.

Mulai dari pemblokiran telegram berikut rencana penutupan youtube dan facebook, statement Tjahjo Kumolo Mendagri agar rakyat Indonesia meniru Korut yang berhaluan negara komunis, makna tersirat dari Ade Armando seolah-olah barternya pembubaran HTI dengan keberadaan PKI, satu-satunya negara terjadi pemblokiran oleh rakyat atas akun Presiden, video kagetnya Prabowo atas Jusuf Kalla yang menyatakan rencana Ahok sebagai cawapres Jokowi, statement Prof Reffly Harun yang dikenal berada di kubu Penguasa menyatakan Perppu berpotensi melanggar HAM, dan beragam yang lain.

Dengan penyerahan berkas-berkas beberapa ormas oleh Polri kepada Menkopolhukam yang dikoordinasikan dengan lembaga terkait BIN maupun Kejaksaan. Di sisi lain sudah beredar list simpatisan dan pengurus HTI se Indonesia di medsos. Dan reportase Tito Karnavian dengan salah satu politisi Demokrat tentang di balik latar keluarnya Perppu yang menimbulkan tanda tanya. Rencana keputusan pembubaran ormas akan dilakukan oleh Kemenkum HAM bersama Kemendagri sesuai dengan Perppu tanpa proses pengadilan.

Sembari menunggu voting persetujuan DPR RI. Terdapat 3 Fraksi yang jelas menolak, antara lain : PAN, Gerindra dan PKS. Sementara 6 fraksi lain mendukung, Golkar, PDI P, Hanura, Nasdem, PPP, dan PKB. Dan 1 fraksi Demokrat yang masih mengkaji. Dan menunggu pula keputusan MK atas ajuan Judicial Review ormas Islam.

Keluarnya Perppu juga terjadi di antara berbagai dinamika dan problem yang mendera antara lain rencana reshuffle kabinet yang kesekian kalinya dimana Prabowo menolak tawaran jatah 4 menteri dari LBP. Semakin membumbungnya hutang negara hingga mencapai 4000 trilliun menurut Ichsanoodin Noorsy.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.