Rabu, 30 September 2020

Sandiaga: Calon Wirausaha Harus Mampu Aplikasikan Teknologi

Sandiaga: Calon Wirausaha Harus Mampu Aplikasikan Teknologi

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno, menghadiri pembukaan OK OCE Academi yang diselenggarakan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Sandi juga ikut meresmikan program pelatihan tersebut untuk mendidik calon wirausaha.

“Ke depan kita harus gencar menggerakkan OK OCE agar Jakarta maju dan mampu mengaplikasikan teknologi digital di segala aspek,” kata Sandi, di Aula Bridgen L. Hadiningrat, Kampus UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (18/7).

Saat memberi sambutan, Sandi mengatakan hasil penelitian terakhir menyebutkan kota metropolis dunia berpeluang menjadi pusat perekonomian. Terdapat 75 persen kota metropolitan di Indonesia menerapkan hal tersebut.

“Kemudian hampir 90% perekonomian dihasilkan oleh kota, disini tantangannya. Ke depan, kota harus beri solusi. Mau tak mau perekonomian Jakarta, pilar-pilarnya harus bisa ciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

OK OCE Academi dilatarbelakangi dengan fenomena ‘startup’ yang muncul menghiasi roda perekonomian Indonesia. Sandi kemudian memberi contoh sosok Ahmad Zaki, yang mampu mendirikan bukalapak.com, dan sosok Dani Makarim GO-JEK.

“Masih banyak sekali seperti; tokopedia, traveloka. Khusus Traveloka, sekarang saja sudah sampai merambah ASEAN,” imbuh Sandi.

Sandi menambahkan, alasan kuat OK OCE Academi dicetuskan bukan hanya untuk pintar berwirausaha, namun juga mampu berkembang dengan kemajuan teknologi. Dari 44% masyarakat Asia, hampir 60% rutinitas mereka lakukan diprediksi akan hilang dan diganti oleh robot.

“Bisa kita lihat 15-20 tahun lagi kemungkinan segala pekerjaan akan ada ahli digital digantinya dengan sistem sistem Artificial Intelligent (AI),” tuturnya.

Ia menekankan disinilah peran pemerintah untuk investor yang membutuhkan dukungan seperti perizinan. Sandi berharap, perizinan tersebut harus lebih cepat.

“Saya harap yang hadir 30-40% bisa menjadi wirausaha yang sukses hingga level dunia. Kita jangan sampai melihat lagi fastfood luar negeri yang masih mendominasi di Indonesia,” tutup dia. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.