Rabu, 23 September 2020

Sejumlah Wanita Rohingya Ungkap Kekejaman Militer Myanmar

Sejumlah Wanita Rohingya Ungkap Kekejaman Militer Myanmar

Foto: Derita Rohingya. (ist)

Naypyidaw, Swamedium.com — Sejumlah wanita Rohingya menginformasikan kepada wartawan tentang hilangnya suami, ibu dan anaknya saat kunjungan beberapa media internasional ke sebuah desa di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Kunjungan ini adalah pertama kalinya media mengunjungi wilayah yang terkena dampak kekerasan sejak Oktober 2016 lalu.

“Anak saya bukan teroris. Dia ditangkap saat melakukan pekerjaan pertanian,” kata seorang ibu muda, Sarbeda, seperti dikutip Islampos, Senin (17/7).

Sarbeda, warga Kyar Gaung Taung, satu dari tiga desa di Rakhine yang menjadi lokasi tindak kekerasan oleh militer Myanmar.

Ia juga mengaku telah diizinkan untuk menjenguk anaknya yang lain, Nawsee Mullah (14) di sebuah kamp polisi tempat dia ditahan secara terpisah dari tahanan orang dewasa.

“Saya tidak yakin apakah dia punya pengacara,” katanya seperti dikutip dari Asean Correspondent, Minggu (16/7) lalu.

Seorang guru desa yang meminta tidak disebutkan namanya menceritakan, sedikitnya 32 orang dari desa Kyar Gaung Taung telah ditangkap dan 10 orang terbunuh. Dia pun menduga, setengah dari 6.000 penduduk desa telah melarikan diri selama operasi pembersihan.

Sementara seorang penduduk desa lainnya, Lalmuti (23) memperlihatkan tumpukan abu yang ternyata adalah abu dari jenazah ayahnya yang dibakar sampai mati oleh militer Myanmar.

Ibunya kemudian ditangkap saat pihak berwenang menganggap aduan tentang pembunuhan itu dianggap dibuat-buat.

“Ia menjalani hukuman selama enam bulan penjara,” kata Lalmuti.

Seperti dilansir Islampos, pada bulan November, militer Myanmar menyapu desa-desa Muslim Rohingya yang tidak memiliki kewarganegaraan tinggal di daerah Maungdaw. Menurut PBB, sekitar 75.000 orang melarikan diri melintasi perbatasan terdekat ke Bangladesh.

Sementara penyelidik PBB yang mewawancarai para pengungsi mengatakan, pemerkosaan massal, penyiksaan, pembakaran dan pembunuhan oleh pasukan keamanan dalam operasi tersebut kemungkinan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.