Selasa, 29 September 2020

Di Gedung KPK, Eggi Sudjana Sindir Slogan “Save KPK”

Di Gedung KPK, Eggi Sudjana Sindir Slogan “Save KPK”

Foto: Koordinator Tim Pembela Aktivis dan Ulama Eggi Sudjana menjadi salah satu tokoh Aliansi Publik Anti Korupsi yang melaporkan dugaan korupsi yang melibatkan Ahok. (Nael Kilimanjaro/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Eggi Sudjana menyebut bahwa apa yang dilakukan oleh Aliansi Publik Anti Korupsi (APAK) bukanlah sebagai upaya melemahkan KPK justru untuk menguatkan kinerja KPK,

Eggi menyebutkan bahwa apa yang dilakukan oleh APAK sebagai upaya untuk memperbaiki dan mengubah semua hal yang dinilai kurang dan yang belum dilakukan oleh KPK.

Selain itu, Eggi menilai ada pihak-pihak yang tidak tahu menahu soal hukum dan undang-undang negara mengenai KPK terlebih memahami kasus-kasus besar korupsi di Negara ini, malah ikut serta membuat opini dengan memunculkan jargon-jargon semu.

“Yang kita lakukan sekarang ini lebih baik untuk KPK ketimbang Slank (nama grup band) yang selalu ngomong SAVE KPK lah, ini namanya sudah brain wash dan penggiringan opini, yang mana selama ini opininya keliru, kita ke sini malah justru ingin melindungi KPK. Jangan sampai KPK dianggap sebagai alat kepentingan politik, yang menangani kasus kasus untuk menjatuhkan lawan politiknya penguasa, dan kami lihat sudah ada indikasi kuat KPK mengarah ke situ,” tutur Eggi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/7).

Ia pun menyindir slogan tersebut hanya untuk melindungi “kebrengsekan” KPK.

“Slogan itu menandakan bahwa KPK ini selalu benar dan tidak luput dari pelanggaran, padahal sudah jelas KPK sekarang ini lebih mengutamakan penindakan bukan pencegahan,” tandasnya.

Eggi juga menilai, KPK telah tebang pilih dalam menangani kasus dan terkesan telah menjadi alat kekuasaan.

“Karena seharusnya mereka menghantam juga koruptor koruptor kakap seperti korupsi Bank Century, BLBI, Pengadaan Bus Transjakarta, Sumber Waras dan Reklamasi, kita senang dan mengapresiasi namun harus ditingkatkan usahanya dalam menangani kasus kasus besar, seperti e-KTP yang tersangkanya telah ditetapkan KPK berinisial SN,” kata Eggi.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.