Minggu, 27 September 2020

Dugaan Korupsi Ahok, KPK Dinilai Lumpuh dan Tebang Pilih

Dugaan Korupsi Ahok, KPK Dinilai Lumpuh dan Tebang Pilih

Foto: Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRRES) Marwan Batubara. (Nael Kilimanjaro/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Sejumlah tokoh dan praktisi hukum yang mengatasnamakan Aliansi Publik Anti Korupsi (APAK) telah menyampaikan laporannya yang berisi data dan fakta lewat sebuah buku “Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok” yang disusun oleh Marwan Batubara.

Marwan Batubara, penyusun buku tersebut, menguraikan keterlibatan terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas sejumlah kasus korupsi besar di Tanah Air.

Usai menyampaikan hasil temuan dan analisanya kepada Direktur Pengaduan Masyarakat dan Pembinaan Jaringan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sejumlah tokoh APAK menguraikan, laporan tersebut berisi ringkasan 8 poin yang hingga kini belum ada tindak lanjut dari KPK. Mereka menilai, KPK telah tebang pilih kasus dengan membiarkan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Ahok.

Baca Juga: Sejumlah Tokoh Laporkan Dugaan Korupsi Ahok ke KPK

“Kita melaporkan sejumlah kasus kasus korupsi namun khususnya kasus Ahok, Intinya bahwa KPK ini jangan sampai jika berhadapan dengan penguasa yang di belakangnya pengusaha KPK malah jadi lumpuh. Padahal sudah sangat cukup kuat buktinya untuk diproses di pengadilan,” kata Marwan Batubara kepada Swamedium.com, di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (19/7) .

Marwan juga menilai, KPK telah menjadi alat kekuasaan dengan mengabaikan korupsi-korupsi besar yang diduga melibatkan mantan Gubernur DKI tersebut. Menurut dia, KPK tidak memiliki alasan lagi untuk tidak memproses laporannya, pasalnya kasus korupsi yang dilaporkannya telah memenuhi aspek berapa besar kerugian negara dan pelanggaran aturan yang berlaku.

“KPK terkesan malah mencari cari jalan untuk tidak memproses kasus korupsi ini ke pengadilan, seolah olah KPK sudah jadi alat politik dan kekuasaan. Biasanya jika berbicara korupsi ada dua hal yang dapat dikategorikan korupsi yaitu besarnya potensi kerugian negara dan adanya pelanggaran aturan. Jadi tidak ada alasan (dugaan korupsi Ahok) untuk tidak diproses (KPK),” jelas Marwan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.