Kamis, 01 Oktober 2020

Ekonomi Indonesia Stagnan Selama Jokowi-JK Memimpin

Ekonomi Indonesia Stagnan Selama Jokowi-JK Memimpin

Foto: Peneliti Senior INDEF, Didik J Rachbini menyebutkan, selama tiga tahun pemerintahan Jokowi, ekonomi RI masih stagnan (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) hampir memasuki usia tiga tahun. Namun kondisi ekonomi di Tanah Air masih stagnan alias tak bergerak. Begitulah penilaian yang disampaikan Institute Development of Economics and Finance (Indef).

Peneliti Senior Indef Didik J Rachbini mengatakan, stagnannya ekonomi Indonesia tercermin dari nilai ekspor Indonesia yang merosot tajam. Pada 2013, realisasi ekspor Indonesia mampu menembus di angka USD200 miliar, namun saat ini justru tidak mencapai USD100 miliar.

“Padahal, ekspor ini tanda dinamika kebijakan, kredit bank, employement, dan pemerintah hidup. Tapi sekarang, hampir nyaris USD100 miliar. Jadi separuh tergerus. Ini gawat. Satu angka saja mencerminkan hampir keseluruhan dinamika ekonomi di Indonesia,” kata Didik dalam Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun Indef 2017, di Jakarta, Rabu (19/7).

Didik juga menyoroti anjloknya konsumsi dan daya beli masyarakat yang sebelumnya menjadi andalan pemerintah. Bahkan, menurut dia, sejumlah pengusaha ritel terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.

“Seluruh supermarket konsumsi yang dulu diandalkan sekarang anjlok semua. Hypermart layoff karyawan. Tandanya, daya beli melemah,” ujar dia.

Lebih jauh, Didik juga mengkritisi masih tingginya tingkat kesenjangan di Indonesia. Dari data yang dia punya, Indonesia termasuk tiga besar negara yang tingkat ketimpangan dan kesenjangannya paling tinggi, demikian disampaikan Didik.

“Indeks gini rasio, walaupun ini pengeluaran dan tidak mencerminkan aset tetap naik. Indonesia termasuk tiga negara besar yang paling senjang di dunia. 1 persen dari pemilik akun di bank, menguasai 80 persen dari total uang. Itu kesenjangan luar biasa,” ungkap Didik. (Ima/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.