Jumat, 25 September 2020

Imam Besar Masjid Al Aqsha Ditembak Zionis Israel

Imam Besar Masjid Al Aqsha Ditembak Zionis Israel

Foto: JERUSALEM - JULY 18 : Israeli security forces intervene the Palestinians after they performed night prayer as they refusing to enter because of the detectors installed by Israel outside of the main entrances to the Al-Aqsa mosque that re-opened for the first time on Sunday since a two-day closure following a deadly shootout in Jerusalem on July 18, 2017. Some protesters along with Al-Aqsa Mosque Ikrimah Sabri wounded during the intervention. ( Mostafa Alkharouf - Anadolu Agency )

Jerusalem, Swamedium.com — Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Sheikh Ikrima Sabri, terluka usai ditembak oleh polisi zionis Israel, Selasa (18/7) waktu setempat. Sheikh Sabri terluka akibat peluru plastik usai ia berdoa di luar gerbang Masjid Al Aqsha. Demikian dilaporkan petugas medis Palestina.

Sheikh Sabri baru saja selesai memimpin doa malam itu ketika polisi zionis Israel berusaha untuk membubarkan mereka dengan paksa. Pembubaran itu menyebabkan banyak jamaah terluka. Beberapa diantaranya mengalami luka serius, demikian dilansir Masyarakat Bulan Sabit Palestina.

Seperti dilansir media Turki ternama, Anadolu Agency, Sheikh Sabri dibawa ke Rumah Sakit Al Maqassid di Jerusalem timur dan kondisinya belum bisa diungkapkan.

Sementara itu, Menteri Agama Turki Mehmet Gormez mengecam keras serangan tersebut dalam sebuah pernyataan Rabu (19/7) melalui di akun Twitter pribadinya.

“Sementara kita menghadapi rasa sakit yang luar biasa, insiden yang terjadi di Masjid Al-Aqsa dan sekitarnya telah membuat semua orang sangat khawatir. Saya percaya bahwa mereka tidak akan membiarkan Al-Aqsa memiliki takdir yang sama dengan Masjid Al-Khalil, butuh kebijaksanaan, kehati-hatian, moderasi, dan patriarki perdamaian Abraham, Ishak, Yakub, dan Yusuf,” tulis Gormez sembari mengaitkan insiden itu dengan pembantaian tahun 1994 di Ibrabimi Msoque di Hebron dimana 30 umat Muslim dibunuh oleh seorang teroris Yahudi kelahiran AS.

Penembakan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Rafaat al-Herbawi (30), tewas dalam demonstrasi di masjid tersebut saat ketegangan meningkat di Tepi Barat setelah Israel memasang detektor logam di pintu masuk Al-Aqsha setelah baku tembak, Jumat (14/7) lalu membuat lima orang tewas.

Lebih dari 300 warga Palestina telah terbunuh dalam serangan terhadap orang Israel atau bentrokan dengan pasukan Israel sejak Oktober 2015.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.