Jumat, 25 September 2020

Ini Reaksi Gubernur BI Soal Uang Rupiah Baru Ditolak Negara Lain

Ini Reaksi Gubernur BI Soal Uang Rupiah Baru Ditolak Negara Lain

Jakarta, Swamedium.com –Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan uang rupiah NKRI yang diterbitkan tahun 2016 itu merupakan alat pembayaran resmi dan sah yang seharusnya bisa diterima di semua tempat penukaran uang (money changer) manapun.

Agus mengungkapkan hal itu setelah tersiar informasi bahwa uang rupiah baru atau tahun emisi (TE) 2016 ditolak di Singapura, Hong Kong, dan Arab Saudi. Dia menegaskan uang rupiah NKRI tahun emisi 2016 merupakan alat pembayaran resmi dan sah Indonesia yang sesuai dengan Undang-Undang Mata Uang dan Undang-Undang Bank Indonesia.

“Kalau di luar negeri ada money changer yang mau tukar mata uang tertentu, kita serahkan ke money changer itu. Karena di setiap negara, mata uang tertentu diterima, di money changer di tempat lain tidak jadi komoditas” kata Agus di Jakarta, Selasa (18/7).

Agus mengatakan, uang rupiah bukan merupakan mata uang global yang mengalami internasionalisasi seperti dolar AS atau Yuan China. Namun, bukan berarti uang rupiah tahun emisi 2016 tidak diakui dunia sebagai uang Indonesia. Uang NKRI tahun emisi 2016, kata Agus, tetap merupakan uang sah negara Indonesia.

“Kalau di negara lain mereka tidak terima rupiah ya itu kebijakan negara itu, tetapi Indonesia punyai rupiah kalau seandainya mau belanja pakai rupiah akan diterima dengan baik,” ujar mantan menkeu yang sempat diperiksa KPK terkait korupsi e-KTP itu.

Sebelumnya, sebuah media massa nasional dan sebaran informasi di grup komunikasi WhatsApp menyebutkan, mata uang Garuda TE 2016 sulit ditukarkan di Singapura, Hong Kong, dan Arab Saudi. “Mata uang rupiah tahun emisi 2016 adalah rupiah yang sah di negara Indonesia,” ujar Agus. (maida)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.