Selasa, 29 September 2020

Keputusasaan Bernegara dan Tidak Mandirinya Partai Politik

Keputusasaan Bernegara dan Tidak Mandirinya Partai Politik

Foto: Direktur Eksekutif Energi Watch Indonesia Ferdinand Hutahaean. (ist)

Oleh: Ferdinand Hutahaean*

Jakarta, Swamedium.com — Waktu terus bergulir mendekati 3 tahun penuh Jokowi menjadi Presiden Republik Indonesia sejak mengucapkan Sumpah Jabatan pada tanggal 20 Oktober 2014 silam. Tersisa 93 hari lagi atau kurang dari 100 hari lagi, pemerintahan ini genap berusia 3 tahun.

Usia yang tersia-siakan oleh Jokowi, padahal lazimnya dalam sebuah pemerintahan 5 tahunan, 3 tahun pertama itu adalah tahun puncak menunjukkan kinerja, menunjukkan program konkret dan memulainya, sehingga tahun ke 4 dan ke 5 tinggal menuai hasil kinerja sebagai bahan propaganda keberhasilan untuk memasuki tahun politik mendekati pemilu berikutnya. Namun sangat disayangkan, 3 tahun itu berlalu tanpa hasil nyata kemajuan bangsa, kecuali hanya hasil opini keberhasilan dan klaim sepihak tanpa fakta konkret dilapangan.

Ekonomi merosot, Politik tidak stabil, Hukum berbelok-belok semaunya, dan berujung pada lahirnya keputus asaan dalam bernegara dihati banyak rakyat. Saya meyakini, mayoritas rakyat saat ini putus asa dalam bernegara dibawah pimpinan Joko Widodo dan frustasi secara politik dan terdegradasi mental hukumnya. Inilah sebuah pandangan yang Saya yakini dirasakan oleh mayoritas publik saat ini.

Dalam rangka pemilihan umum 2019 nanti, dimana Keputusan Mahkamah Konstitusi tahun 2013 telah menetapkan Pemilu Serentak seluruh Indonesia baik Pemilu Legislatif maupun Pemilihan Presiden. Ada 5 pemilihan dalam 1 kali waktu bersamaan 2019 nanti, yaitu Pemilihan Presiden, Pemilihan DPR RI, Pemilihan Anggota DPD, dan Pemilihan DPRD Tingkat Propinsi serta Pemilihan DPRD Tingkat Kabupaten Kota. Sungguh pemilu yang rumit menurut Saya dan bukan pemiu yang mudah.

Karena Rakyat dihadapkan kepada sebuah waktu sempit untuk memilih 4 wakil di ranah Legislatif dan 1 wakil Eksekutif yang akan menjadi Presiden. Terbayangkah betapa Rakyat dibawah akan kesulitan menentukan pilihannya atau akan lebih mudah? Saya tidak berani menjustifikasi, tapi Saya berharap Rakyat kita dibawah bisa memilih dengan nurani dan bukan memilih karena adanya politik uang atau karena penyesatan informasi.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.